KOTA TANGERANG, HaluanNews.co.id – Pemerintah Kota Tangerang bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI melaksanakan Aksi Nyata Jumat Bersih Sampah secara serentak di berbagai titik wilayah kota. Kegiatan ini melibatkan ribuan peserta yang terdiri dari ASN, pelajar, komunitas, relawan, hingga pedagang pasar. Gerakan ini sekaligus menjadi penegasan komitmen Kota Tangerang dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan membangun budaya sadar lingkungan.
Aksi dimulai dengan gowes eco-friendly bersama Wali Kota Tangerang. Rute bersepeda melewati Taman Gajah – SMPN 4 – Bank Sampah RW 12–13, yang tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi simbol kampanye penurunan emisi karbon melalui penggunaan transportasi ramah lingkungan. Sejalan dengan itu, Pemkot Tangerang menggalakkan Jumat Bebas Kendaraan Bermotor bagi ASN sebagai upaya mengurangi polusi udara dan konsumsi bahan bakar fosil.

KLH menetapkan Kota Tangerang sebagai salah satu lokus pelaksanaan Gerakan Nasional Jumat Bersih Sampah. Selain fokus pengurangan tumpukan sampah, KLH juga menghadirkan program Baba Resik (BerSAMA Berantas Sarang Nyamuk & Jentik 10.10) di SMPN 1 Tangerang, yang menggabungkan edukasi lingkungan dan mitigasi penyakit DBD.
Kepala Biro Humas KLH, Yulia Suryanti, menegaskan, “Partisipasi masyarakat adalah kunci keberhasilan pengelolaan sampah dan penurunan emisi karbon. Gerakan Jumat Bersih bukan hanya rutinitas, tetapi pembiasaan hidup bersih yang berkelanjutan.”
Di sisi lain, pengendalian sampah juga diperkuat melalui sistem operasional dan kebijakan teknis. Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengungkapkan bahwa salah satu penertiban TPS/TSR baru-baru ini dilakukan atas usulan kecamatan, dengan pelaksanaan bersama DLH, Satpol PP, serta wilayah sebagai pihak yang memahami titik-titik penumpukan sampah.

Wawan berharap pola pembuangan sampah dapat diatur lebih disiplin melalui penyamaan jam pembuangan agar penumpukan tidak terulang. Pemkot Tangerang, kata dia, terus mendorong inovasi, mulai dari penerapan Hari Bebas Kendaraan setiap Jumat, rencana razia dan uji emisi, hingga kewajiban pegawai bersepeda setiap pekan. Kebijakan ini sejalan dengan arah program KLH dan Kemendagri, sehingga kegiatan Jumat Bersih kini menjadi gerakan terintegrasi antara daerah dan program nasional.
Aksi lingkungan kali ini semakin berarti karena bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia (28 November). Pemkot Tangerang dan KLH menanam 361 pohon di lahan ±8.086 m² yang berada di zona penyangga (Buffer Zone) TPA Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari. Rinciannya yaitu 341 pohon Eucalyptus penyerap polutan serta 20 pohon produktif hasil dukungan DLH, DKP, PT JAS Airport Service, PT ITS, dan mahasiswa BINUS. Langkah ini menjadi bagian dari rehabilitasi kawasan pengelolaan sampah agar tetap aman dan minim risiko lingkungan.

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, yang hadir dan turut bersepeda dalam agenda Jumat Tanpa Kendaraan Bermotor, menyampaikan,“Dengan menanam satu pohon hari ini, kita menanam harapan bagi generasi mendatang. Tangerang harus menjadi kota yang bersih, hijau, dan ramah lingkungan.”
Selain penanaman pohon, Wali Kota juga membagikan bibit kepada warga serta menyalurkan bantuan sosial berupa alat bantu dengar, kaki palsu, dan kursi roda untuk penyandang disabilitas, menunjukkan bahwa agenda lingkungan berjalan selaras dengan kepedulian sosial.
Kombinasi Aksi Nyata Jumat Bersih, edukasi Baba Resik, penegakan kebijakan pengelolaan sampah, hingga penanaman pohon serentak menjadi fondasi kuat Tangerang menuju kota berkelanjutan. Ribuan warga yang terlibat membuktikan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan kolektif lintas komunitas dan generasi.
Tangerang kini melangkah menuju masa depan yang lebih hijau, lebih bersih, dan lebih ramah bagi kehidupan. (ADV)
