SOLOK, HaluanNews.co.id – Seiring dengan meningkatnya status Gunung Talang (2.597 Mdpl) di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada), Bupati Solok Jon Firman Pandu mengimbau warga masyarakat khususnya yang berada di sekitar Gunung Talang, untuk meningkatkan kewaspadaan.
” Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Solok, terutama yang berada di sekitar Gunung Talang, agar meningkatkan kewaspadaan ” ujar Bupati Jon Firman Pandu, Rabu (10/12/2025).
Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Jon Firman Pandu didampingi Sekda Medison dan OPD terkait kepada awak media, di Posko Utama Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Solok di Koto Baru.
Bupati Jon Firman Pandu menyebutkan bahwa, Informasi kenaikan status Gunung Talang (Guntal) dari Level I (Normal) menuju Level II (Waspada) berdasarkan informasi dari Badan Geologi Kementerian ESDM terkait Status Gunung Talang yang Naik Menjadi Level II (Waspada).
Imbauan Bupati Solok Jon Firman Pandu tersebut, menyusul terjadinya gempa yang dirasakan cukup kuat oleh masyarakat Kabupaten Solok pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 02.48 WIB.
Sebelumnya, berdasarkan catatan kegempaan dari 1 hingga 9 Desember 2025, tercatat 101 kali Gempa Vulkanik Dalam (VT), 2 kali Gempa Terasa dengan skala I–III MMI, serta 14 kali Gempa Tektonik Jauh.
Dan Puncak aktivitas, tercatat pada 10 Desember 2025 pukul 02.48 WIB, ketika terjadi gempa bumi tektonik berkekuatan M 4.7 dengan lokasi 0.99° LS – 100.71° BT, kedalaman 10 km, berjarak sekitar 18 km dari Kota Solok.
Aktivitas ini ikut menjadi pemicu peningkatan tingkat kewaspadaan terhadap kondisi Gunung Talang.
Melalui evaluasi visual dan analisis data kegempaan hingga 10 Desember 2025, PVMBG menetapkan kenaikan status Gunung Talang dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) mulai pukul 10.00 WIB.
Selain imbauan terkait kenaikan status Gunung Talang dari Level I Normal menjadi Level II Waspada, Bupati Jon Firman Pandu juga mengimbau warga masyarakat Kabupaten Solok untuk juga tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan dan tanah longsor.
Mengingat, intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Solok yang sampai saat ini masih sering terjadi.
Dan bisa saja berdampak pada terjadinya luapan air sungai, menyebabkan banjir susulan di sejumlah Nagari terdampak bencana banjir seperti yang terjadi sebelumnya.
” Oleh karena itu, kami mengimbau agar warga masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi terjadinya banjir susulan ” tutur Bupati Jon Firman Pandu.* (ris).
