HaluanNews.co.id – Banjir yang kembali menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang menggerakkan berbagai pihak untuk melakukan penanganan dan bantuan kemanusiaan. Salah satunya Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang yang membuka 11 posko peduli banjir serta mengerahkan 160 relawan.
Ketua PMI Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan banjir dipicu oleh tingginya curah hujan yang disertai meluapnya sejumlah sungai, termasuk Sungai Cidurian. Kondisi tersebut menyebabkan genangan kembali terjadi di beberapa wilayah yang sebelumnya sempat surut.
“Beberapa titik banjir sempat surut, namun karena curah hujan kembali tinggi, akhirnya banjir kembali menggenangi 11 kecamatan, salah satunya di Perumahan Taman Cikande ini,” ujar Soma saat meninjau lokasi banjir di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti.
Ia menjelaskan, sejak awal kejadian banjir PMI Kabupaten Tangerang langsung menurunkan relawan untuk membantu warga terdampak. Para relawan disebar ke berbagai wilayah guna melakukan evakuasi, pendistribusian bantuan, serta pelayanan dasar bagi korban banjir.
“Perahu karet kami gunakan untuk evakuasi warga. Selain itu, kami juga menyalurkan bantuan logistik berupa sembako, hygiene kit, baby kit, dan clean kit,” katanya.
PMI Kabupaten Tangerang juga mendirikan 11 posko yang tersebar di Kecamatan Jayanti, Tigaraksa, Cikupa, Pasar Kemis, Rajeg, Pakuhaji, Teluknaga, Kosambi, Kronjo, Kresek, dan Gunung Kaler.
Posko-posko tersebut difungsikan sebagai tempat pengungsian sementara sekaligus pusat pelayanan kesehatan yang dilakukan bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat.
“Ada 11 posko yang kami dirikan di wilayah kecamatan terdampak. Posko ini dapat dimanfaatkan untuk pengungsian sementara dan pelayanan kesehatan,” tambahnya.
Soma menyebutkan, Perumahan Taman Cikande di Kecamatan Jayanti menjadi salah satu lokasi dengan genangan terdalam di Kabupaten Tangerang. Ia berharap kondisi banjir di wilayah tersebut dan daerah terdampak lainnya dapat segera surut.
“Semoga banjir segera surut sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” pungkasnya. (Yen)
