HaluanNews.co.id – Kabupaten Tangerang resmi menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya menciptakan suasana pembelajaran yang lebih kondusif, fokus, dan berkualitas.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar, Dilli Windu, menyampaikan bahwa penggunaan gawai yang tidak terkontrol selama jam pelajaran dapat mengganggu konsentrasi siswa serta menghambat proses belajar mengajar.
Karena itu, seluruh sekolah diminta menerapkan aturan pembatasan penggunaan ponsel, kecuali untuk keperluan pembelajaran yang telah mendapat persetujuan dari guru.
“Kami ingin memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal. Gawai tetap boleh digunakan, namun harus sesuai kebutuhan pembelajaran dan berada dalam pengawasan guru,” ujar Dilli Windu saat konferensi pers, Jumat (13/2).
Dalam kebijakan tersebut, siswa tidak diperkenankan menggunakan gawai selama jam pelajaran berlangsung, kecuali dalam kegiatan pembelajaran berbasis teknologi yang telah dirancang oleh pihak sekolah. Selain itu, sekolah juga diminta menyediakan loker atau tempat penyimpanan khusus guna mencegah penyalahgunaan gawai.
Sejumlah kepala sekolah menyambut positif kebijakan ini. Mereka menilai pembatasan penggunaan gawai dapat meningkatkan interaksi sosial antar siswa sekaligus mendorong keaktifan siswa dalam diskusi di kelas.
Salah seorang guru SMP di wilayah tersebut mengungkapkan bahwa selama ini masih ditemukan siswa yang menggunakan ponsel untuk bermain gim maupun mengakses media sosial saat jam pelajaran. Dengan adanya aturan baru, diharapkan kedisiplinan siswa dapat meningkat.
Para orang tua juga diimbau untuk mendukung kebijakan ini dengan mengawasi penggunaan gawai anak saat berada di rumah. Pihak dinas berencana melakukan evaluasi secara berkala guna memastikan kebijakan berjalan efektif dan memberikan dampak positif terhadap prestasi belajar siswa.
Melalui kebijakan ini, diharapkan lingkungan sekolah menjadi lebih tertib, fokus, serta mampu mendukung pembentukan karakter peserta didik secara menyeluruh. (Yeni)
