Kota Tangerang, HaluanNews.co.id — Pengajian tidak hanya menjadi ruang untuk memperdalam ilmu agama. Di Kecamatan Karawaci, kegiatan Forum Majelis Ta’lim (FORMAT) Akhlaqul Karimah justru dimanfaatkan menjadi momentum untuk mengajak masyarakat lebih peka terhadap perubahan lingkungan, ancaman bencana, hingga pentingnya menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Pertemuan rutin FORMAT Akhlaqul Karimah Kecamatan Karawaci tersebut digelar di Gedung Tangerang Convention Center (TCC), Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (08/09/2026)

Kegiatan dihadiri Camat Karawaci Achmad Zuldin Syafii, A.P., SSTP., M.Si., bersama para pengurus dan jamaah majelis ta’lim se-Kecamatan Karawaci. Tausiyah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Ustadz Khoiruri Thohir.

Di hadapan para jamaah, Camat Karawaci menegaskan bahwa pengajian FORMAT Akhlaqul Karimah bukan sebatas agenda rutin keagamaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang membangun kesadaran spiritual sekaligus kepedulian sosial dan lingkungan.

“Pemerintah Kecamatan Karawaci kembali menggelar Pengajian FORMAT Akhlakul Karimah sebagai ruang silaturahmi sekaligus sarana memperdalam ilmu agama bagi jamaah FORMAT Akhlakul Karimah dan masyarakat setempat. Kegiatan ini difokuskan untuk membangun kesadaran spiritual dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar,” tegas Zuldin.

Persoalan lingkungan menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Jamaah diajak mengambil hikmah dari perubahan alam yang belakangan semakin terasa dan berpotensi memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat.

Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga ancaman kemarau panjang menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu memiliki kesiapsiagaan dan tidak menganggap remeh perubahan kondisi alam.

Karena itu, Kecamatan Karawaci mendorong adanya langkah konkret di tingkat masyarakat melalui optimalisasi Program Kampung Iklim (ProKlim).

Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim.

Pesan yang dibangun pun cukup jelas: nilai-nilai keagamaan harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.

“Melalui sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan aksi nyata menjaga lingkungan, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah islamiyah sesama umat muslim serta memperkokoh ukhuwah wathoniyah dalam menjaga keutuhan bangsa,” ucap Zuldin.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana membutuhkan kesadaran bersama. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat.

Karena itu, keberadaan majelis ta’lim diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan sosial dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat.

Semangat ukhuwah islamiyah pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pengajian, melainkan diterjemahkan menjadi kepedulian terhadap lingkungan, sesama warga, serta bangsa dan negara.

Kecamatan Karawaci ingin membangun karakter masyarakat yang tidak hanya religius dan berakhlakul karimah, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan di sekitarnya.

Menariknya, kegiatan FORMAT Akhlaqul Karimah kali ini juga memberikan ruang bagi sejumlah pelaku UMKM Kecamatan Karawaci untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka.

Beragam jenis produk UMKM turut hadir dan menjadi bagian dari kegiatan. Kehadiran para pelaku usaha lokal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan masyarakat juga dapat menjadi ruang promosi sekaligus membuka peluang pasar bagi produk-produk UMKM.

Dengan demikian, pertemuan FORMAT Akhlaqul Karimah tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan penguatan keagamaan, tetapi juga menyentuh aspek sosial, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah kecamatan, majelis ta’lim, tokoh agama, masyarakat, dan pelaku UMKM diharapkan terus diperkuat.

Sebab, membangun wilayah tidak cukup hanya dengan program pemerintah. Dibutuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat agar berbagai persoalan, mulai dari perubahan iklim, potensi bencana, kepedulian lingkungan hingga penguatan ekonomi lokal, dapat dihadapi secara bersama-sama.

Dari ruang pengajian inilah, Kecamatan Karawaci mencoba membangun pesan bahwa Akhlakul Karimah bukan hanya tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga bagaimana manusia menjaga lingkungan, peduli terhadap sesama, dan berkontribusi bagi kemajuan wilayah. (ADV)