HaluanNews.co.id – Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan perpanjangan masa tanggap darurat bencana banjir bandang selama satu minggu ke depan, dari tanggal 6 sampai dengan 12 Oktober 2026.

Keputusan tersebut, diambil dalam Rapat evaluasi dan penetapan status tanggap darurat yang digelar di Posko Utama Penanggulangan Bencana Banjir Bandang Arosuka, pada Sabtu (3/10/2026).
‎
‎Rapat dipimpin Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH, didampingi Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, S.Farm, Apt., Pj. Sekda Masheri Yanda Boy, S.H, serta dihadiri Forkopimda, BNPB, BMKG dan kepala OPD terkait.

‎Bupati menjelaskan bahwa, perpanjangan masa tanggap darurat dilakukan karena proses penanganan masih membutuhkan waktu.

Selama masa tersebut, katanya, Pemerintah akan melanjutkan penanganan dan pemulihan wilayah terdampak, sekaligus melakukan kajian lebih mendalam untuk menentukan langkah berikutnya.
‎
‎Selain penanganan fisik, keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat juga menjadi perhatian. Kondisi kawasan perkantoran akan dikaji lebih lanjut berdasarkan kondisi lapangan dan masukan dari berbagai pihak.
‎
‎Untuk mendukung proses penanganan, Pemerintah Kabupaten Solok juga berencana mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp4 miliar, yang dipersiapkan untuk mendukung penanganan bencana hingga akhir tahun.

Dalam rapat tersebut, disampaikan perkembangan penanganan bencana yang terjadi pada 21 September 2026.

Penanganan, hingga saat ini terus dilakukan, terutama pembersihan material bencana di kawasan perkantoran dan wilayah terdampak lainnya.
‎
Pada kesempatan itu, Bupati Solok juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih, kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama menangani dampak bencana.

Dukungan datang dari berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, BNPB, BPBD, TNI, Polri, balai, DPRD, relawan, hingga berbagai pihak lainnya.
‎
‎“Dukungan dari berbagai pihak dalam penanganan bencana ini sangat luar biasa. Kebersamaan dan kerja bersama menjadi kekuatan kita dalam menghadapi kondisi ini,” tutur Bupati Jon Firman Pandu.
‎
‎Bupati juga menekankan pentingnya informasi cuaca sebagai salah satu dasar dalam menentukan langkah penanganan dan mitigasi.

” Pemerintah daerah, akan terus melakukan evaluasi berdasarkan perkembangan cuaca serta masukan dari BMKG dan para ahli ” ujar Bupati Jon Firman Pandu.* (ris).

 

 

 

‎