SOLOK, HaluanNews.co.id – Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H, menegaskan bahwa, kalau kita bergerak bersama-sama, maka, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan.
” Karena kebersamaan adalah, kekuatan utama kita dalam membangun dan memulihkan Nagari ” ujar Bupati Jon Firman Pandu.
Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Jon Firman Pandu, pada acara Halal Bihalal bersama masyarakat dan perantau Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Selasa (24/3/2026).
Kegiatan yang dirangkai dengan agenda Pulang Basamo 2026 perantau Persatuan Keluarga Paninggahan (PKP) itu, dilaksanakan di Pondok Pesantren MTI Paninggahan.
Juga hadir diacara itu, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, Wakil Ketua I DPRD H. Armen Plani dan Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu.
Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Solok, Camat Junjung Sirih dan unsur Forkopimcam, Wali Nagari Paninggahan, Pengurus DPP PKP, pimpinan Pondok Pesantren MTI Paninggahan, tokoh masyarakat, para perantau dan masyarakat Kanagarian setempat.
Masih dalam sambutanya, Bupati Jon Firman Pandu juga menekankan pentingnya budaya gotong royong. Dan, kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
” Terutama, di tengah keterbatasan anggaran pemerintah ” ujar Bupati Jon Firman Pandu.
Ia juga menuturkan bahwa, kunci utama percepatan pemulihan adalah, persatuan dan kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah daerah, imbuh Bupati, Provinsi, hingga Pusat, telah berupaya maksimal dalam mendukung proses recovery.
” Termasuk, melalui penguatan anggaran dan program pembangunan pasca bencana ” ujar Bupati Jon Firman Pandu.
Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, pada kesempatan itu, menegaskan komitmen DPRD setempat, untuk mendukung program-program pemulihan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dan mengajak, seluruh elemen, untuk terus memperkuat kebersamaan dan peran perantau dalam pembangunan daerah.
Wali Nagari Paninggahan menyebutkan bahwa, dampak bencana yang melanda di kanagarian setempat, telah menyebabkan 44 unit rumah rusak berat dan hanyut.
Sekitar 100 unit rumah rusak ringan hingga sedang. Juga kerusakan fasilitas umum seperti masjid, irigasi, jembatan, dan jalan.
Di sektor pertanian ujarya, 900 Kepala Keluarga terdampak langsung dan 200 Kepala Keluarga terdampak tidak langsung.
Ketua DPP Persatuan Keluarga Paninggahan (PKP) pada acara itu antara lain mengatkan bahwa, kegiatan Pulang Basamo 2026 difokuskan pada rehabilitasi Nagari.
Sedangkan, Pimpinan Pondok Pesantren MTI Paninggahan, pada kesempatan itu, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sebagai tuan rumah.
Ia juga mengungkapkan kondisi pondok, pasca bencana, di mana aktivitas belajar sempat terganggu dan sejumlah fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.
” Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, TNI/Polri, maupun masyarakat dan perantau sangat membantu proses pemulihan ” tuturnya.* (ris).
