SOLOK, HaluanNews.co.id – Usai ikut mendampingi kunjungan Wamendagri Bima Arya dan Bupati Solok Jon Firman Pandu beserta rombongan, meninjau lokasi bencana banjir di Nagari Muaro Pingai, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Zulhendri, SKM, M.Kes, mengunjungi Posko Kesehatan Siaga Bencana Saniang Baka, Selasa (2/12/2025) siang.
Posko Kesehatan Siaga Bencana tersebut, berada di halaman gedung Puskesmas Pembantu (Pustu) Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak.
Kadis Kesehatan Kabupaten Solok Zulhendri didampingi petugas kesehatan Posko Siaga Bencana Saniang Baka Ibuk Rosnita dan petugas kesehatan lainnya, kepada media ini menyebutkan, Petugas Posko dan Ibuk-Ibuk Kader serta Tenaga Gizi di Posko tersebut, tengah menyiapkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk 77 anak balita dan 20 orang ibu hamil.
Yang merupakan warga disekitar kanagarian Saniang Baka dan masyarakat terdampak bencana banjir diwilayah setempat.
PMT makanan tambahan ini ujar Zulhendri adalah, program pemberian makanan bergizi tambahan untuk balita dan ibu hamil. Terutama, yang kurang gizi atau berisiko stunting.
” Tujuannya adalah, untuk meningkatkan status gizi, mencegah gagal tumbuh (stunting), dan memulihkan kondisi gizi buruk melalui makanan selingan yang aman dan kaya nutrisi ” tukas Zulhendri.
Ia menambahkan bahwa, pemberian PMT ini disiapkan setiap hari, hingga dua minggu kedepan.
” Pemberian Makanan Tambahan ini, sangat membantu sekali bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya selama masa tanggap bencana ” tutur Zulhendri.
Ia juga mengatakan, saat ini jajaran Dinas Kesehatan setempat, juga mendistribusikan makanan pendamping ASI, berupa biskuit.
” Sudah lebih dari 200 box yang dibagikan, khususnya untuk masyarakat terdampak bencana banjir ” kata Zulhendri.
Selanjutnya imbuh Zulhendri, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, juga sudah menyiapkan obat-obatan pasca bencana banjir. Utamanya adalah untuk penyakit pasca banjir.
Seperti penyakit Diare dan penyakit gatal-gatal, yang diakibatkan kurangnya pasokan air bersih.
Kuncinya hari ini adalah tukas Zulhendri mengemukakan, bagaimana penyakit yang disebabkan oleh kurangnya air bersih tadi, dapat ditangani dengan sebaik mungkin.
Dan apa yang harus dilakukan ujar Zulhendri adalah, jajaran Dinas Kesehatan setempat berkoordinasi dengan PDAM Kabupaten Solok.
Agar bagaimana air bersih atau air minum yang dimasak oleh Ibuk-Ibuk kita warga masyarakat, tidak tercemar oleh bakteri ekoli.
” Itu yang utama sekali yang kita lakukan ” tutur Zulhendri.
Lebih lanjut Kadis Kesehatan Kabupaten Solok Zulhendri juga menyebutkan bahwa, semua kegiatan tersebut diatas, akan terus dijalankan oleh jajaran Dinas Kesehatan setempat, selama pasca bencana.
” Program kegiatan ini, akan terus dijalankan, khususnya sampai dengan status keadaan darurat bencana Hidrometeorologi selesai tanggal 8 Desember 2025 ” ujar Zulhendri, SKM, M.Kes. * (ris).
