HaluanNews.co.id – Musyawarah Kerja ke LXX Palang Merah Indonesia PMI Kabupaten Tangerang memastikan arah kerja tahun 2026 demi membantu masyarakat tanpa memandang ras suku dan agama.
Muker ke LXX di gelar di Voulenteer Park Solera dan dihadiri pengurus PMI Banten dan Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Tangerang, serta pengurus PMI dari 29 Kecamatan. Pada Minggu (22/02).
Dalam Muker kali ini Ketua PMI Kabupaten Tangerang melaporkan hasil kinerja tahun 2025 atau Laporan Pertanggung Jawaban LPJ kepada para pengurus PMI Kecamatan yang menjadi peserta Muker.
Penyampaian LPJ tahun 2025 di bacakan langsung oleh H. Wahyu Suryana selaku Sekertaris Umum PMI Kabupaten Tangerang, dimana pada tahun 2025 silam selain melakukan pembinaan internal seperti Perlombaan PMR tingkat Mula, Madya dan Wira. PMI Kabupaten Tangerang juga mengikuti Jumpa Bakti Gembira atau Jumbara tingkat Provinsi Banten.
Dari sisi kemanusia penanganan bantuan kebencanaan bagi para korban juga di lakukan oleh para relawan PMI di lokasi wilayan terdampak. Pemberian bantuan kebencanaan di lakukan di lingkup Kabupaten Tangerang, Bantuan untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Tidak kalah penting PMI juga mendistribusikan bantuan untuk Warga Gaza Palestina, dimana pendiatribusian bantuan untuk wilayah Aceh dan Sumatera utara dan Barat serta Gaza Palestina di salurkan melalui PMI Pusat.
Soma Atmaja Ketua PMI Kabupaten Tangerang mengatakan kalau Muker adalah merupakan esensi dari arah garis kerja organisasi untuk satu tahun kedepan, sebagai organisasi resmi apa yang menjadi mandat peserta Muker menjadi kewajiban Bagi pengurus PMI Kabupate. Dalam menjalankan roda organisasi.
” Kita harus memiliki garis arah roda organisasi, sehingga Muker menjadi penting dalam membuat haluan kinerja pada tahun 2026 ini,” terang Soma.
Soma mengakui kalau hari ini PMI Kabupaten Tangerang masih memiliki agenda penting yang harus di tuntaskan demi keberlangsungan PMI dimasa mendatang.
” Lahirnya volunteer Park di Solear menjadi motivasi bagi Penguris PMI Kabupaten untuk terua meningkatkan kuakifikasi dan kualitas dalam memberikan layanan kepada masyarakat, Kampus Volunteer Park akan berkembang dan memiliki kampus Politehnik yang saat ini sedang tahap pembangunan fisik dan administrasi,” paparnya.
Soma menjelaskan dimasa mendatang keberadaan kampus Politehnik Volunteer Park akan menjadi sarana edukasi bagi masyatakat dan dibutuhkan oleh pangsa kerja di dunia kesehatan.
” Jurusan yang kita siapkan adalah seperti Tehnik Pengelolaan darah, Fisioterapi dan Manajemen Rumah Sakit, semoga 2027 kampus ini bisa di operionalkan,” tegasnya.
PMI juga memastikan kalau Unit Transfusi Darah atau UTD sudah memiliki jejaring sangat luas, Aplikasi SiDoni yang di komandoi dr. Jainal Mutaqiin di UTD PMI Kabupaten kini sudah merambah dan gunakan di beberapa wilayah di Indonesia.
“Aplikasi SiDoni menjadi garda dalam pemenuhan kebutuhan darah bagi masyarakat dan menjadi saran yang handal dalam menampung setiao pendonor yang akan berdonor,” jelas Soma. (Yeni)
