HaluanNews.co.id – Perebutan kursi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang kian memanas.

Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Tangerang yang digelar pada Jumat (10/3/2026) resmi memutuskan sembilan nama sebagai bakal calon ketua untuk periode 2026–2031.

Sembilan kandidat tersebut mayoritas saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Tangerang dan DPRD Provinsi Banten, termasuk sang petahana.

Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang, Nur Kholis, mengatakan pelaksanaan Muscab merupakan bagian dari mekanisme organisasi untuk menentukan arah kepemimpinan partai ke depan.

Menurutnya, hasil forum Muscab kali ini telah menghasilkan sembilan nama yang lolos proses penjaringan dan diusulkan sebagai bakal calon Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang periode selanjutnya.

“Dari sembilan kandidat tersebut, lima nama merupakan hasil penjaringan dan pemetaan yang dilakukan DPW dan DPP, sementara empat nama lainnya merupakan usulan PAC,” kata Nur Kholis.

Kholis melanjutkan, proses selanjutnya setelah Muscab adalah seluruh kandidat akan mengikuti sejumlah tahapan, di antaranya tes psikologi, uji kelayakan dan kepatutan, hingga wawancara serta penandatanganan kontrak komitmen kerja. Hal ini dilakukan guna memastikan loyalitas dan integritas dalam membesarkan partai.

“Prosesnya hingga ke DPP PKB. Pimpinan pusat yang akan memutuskan siapa yang patut menjadi ketua,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Provinsi Banten, Umar Barmawi, menjelaskan bahwa pelaksanaan Muscab tahun ini berbeda dari sebelumnya. Mekanisme pemungutan suara (voting) tidak lagi digunakan dalam menentukan ketua, melainkan diganti dengan sistem uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

“Seleksi dilakukan dalam dua tahap. Pertama, tes kompetensi untuk mengukur kemampuan manajerial dan visi politik. Kedua, wawancara serta penandatanganan kontrak komitmen kerja,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sistem baru ini dirancang untuk melahirkan pimpinan yang benar-benar berkualitas. Skema tersebut memastikan calon ketua tidak hanya kuat secara kapasitas, tetapi juga memiliki loyalitas dan integritas dalam membesarkan partai.

“Para kandidat akan mengikuti psikotes, uji kelayakan, dan uji kepatutan. Setelah itu dibawa ke DPP untuk penentuan akhir, karena keputusan tetap berada di tangan DPP PKB,” pungkasnya.

Pantauan di lokasi, Muscab DPC PKB Kabupaten Tangerang sempat diwarnai kericuhan. Sejumlah kader partai berlambang bola dunia tersebut melayangkan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan petahana DPC Kabupaten Tangerang, bahkan menyerukan regenerasi total.

Massa yang kecewa meluapkan protes dengan meneriakkan tuntutan perubahan sambil membentangkan spanduk. Situasi kian memanas ketika sejumlah pihak mencoba merebut spanduk tersebut.

Akibatnya, terjadi aksi saling tarik dan dorong hingga menyebabkan satu orang tersungkur di tengah kerumunan.

Hingga situasi mereda, aparat keamanan terlihat bersiaga di lokasi guna mengantisipasi kericuhan yang lebih luas. (Yen)