TANGERANG, HaluanNews.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, terus berupaya mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui berbagai program prioritas. Program-program ini mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan infrastruktur sekolah, pengembangan kompetensi guru hingga pembentukan karakter peserta didik.
Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang , Dilly Windu menilai, kegiatan belajar mengajar akan berjalan optimal apabila didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Oleh karena itu, langkah strategis yang ditempuh adalah merevitalisasi sekolah sebagai upaya memperkuat fasilitas penunjang.
“Sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik maupun tenaga pendidik,” ujarnya.
Dilly mengungkapkan, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di jenjang sekolah dasar, sepanjang tahun 2025, pihaknya telah melakukan rehabilitasi sejumlah SD yang ada di Kabupaten Tangerang. Rehabilitasi ini dibagi menjadi tiga bagian, rehabilitasi berat, sedang dan ringan.
“Pada tahun ini, Dindik Kabupaten Tangerang juga telah melaksanakan pembangunan unit sekolah baru yang berada di tiga lokasi yakni Kecamatan Pakuhaji, Pasar Kemis dan Cikupa. Serta mebangun ruang kelas dan melqksanakan
penataan diseluruh SD yang tersebar 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang,”

Adapun anggaran untuk pelaksanaan pembangunan tersebut, dialokasikan dari berbagai sumber diantaranya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dana revatilasisasi APBN dan bantun dana CSR dari sejumlah pengembang dan perbankan.
Lebih lanjut Dilly mengungkapkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang juga mendorong digitalisasi pembelajaran untuk peningkatan kualitas pedidikan di sekolah dengan memperkuat motivasi belajar siswa, pemahaman materi yang lebih baik, dan pengembangan.
“Untuk peningkatan mutu pendidikan kurikulum dan kesiswaan kami juga telah menciptakan beberapa inovasi untuk mendukung program E- Ijazah. Melalui aplikasi ini, otomatis Ijazah yang dikeluarkan oleh sekolah tersimpan dan tidak bisa dipalsukan,” tukasnya.
Selain itu, Dindik Kabupaten Tangerang juga tak lupa melakukan pengembangan peningkatan komptensi guru. Berbagai program peningkatakan dijalankan, seperti pelatihan skill konten kreator dan menginformasikan penggunaan AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan.
“Sehingga, tahun depan para guru sudah bisa memfasilitasi siswa-siswi SD, khususnya kelas 5 agar memiiki kemampuan untuk Coding. Program ini tentunya sesuai dengan arahan Mendikdasmen,” terangnya.
Menurut Dilly, kebutuhan tersebut tidak lepas dari tuntutan era digitalisasi. Pengetahuan mengenai kecerdasan buatan harus ditanamkan lebih awal, agar generasi muda mampu memahami teknologi yang mereka gunakan setiap hari. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari Permen Dikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, yang menegaskan pentingnya kemampuan digital, coding, dan kecerdasan buatan sebagai kompetensi minimum dasar.

“Pelaksanaan ekstrakurikuler memang di tahun 2026. Tetapi pelatihan kepada guru-gurunya sudah dilaksanakan di tahun 2025 ini,” ujarnya.
Dilly menambahkan, dalam rangka peningkatan pendidika karakter, pihaknya juga memaksimalkan ekstrakulikulier kepermukaan dan ekskul keputrian yang telah dilauncing pada Maret 2025 lalu.
Ia menegaskan, berbagai program tersebut diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di jenjang SD sekaligus mempersiapkan generasi muda untuk menyongsong Indonesia Emas.
“Semua program ini juga untuk mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Tangerang di bidang pendidikan,” pungkasnya. (Yeni)
