TANGERANG, HaluanNews.co.id – Prestasi membanggakan kembali datang dari Kabupaten Tangerang. Rizky Aflaha, pemuda asal Kecamatan Tigaraksa, berhasil meraih gelar Doktor Fisika dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada usia yang sangat muda, yakni 25 tahun 10 bulan 1 hari.

Rizky lahir di Tangerang pada 30 September 1999. Ia menempuh pendidikan dasar di SDN Nagrak (lulus 2011), melanjutkan ke MTsN Tigaraksa (lulus 2014), dan menyelesaikan pendidikan di MAN 1 Kabupaten Tangerang pada tahun 2017.

Menurut sang ayah, Solikhul Akma, yang kini menjabat sebagai Kepala Seksi Trantibumlinmas Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Rizky sudah menunjukkan kecerdasan dan ketekunan sejak kecil.

“Untuk jenjang S1, Rizky mampu menyelesaikannya hanya dalam waktu tujuh semester, tepatnya pada tahun 2020,” ujar Solikhul Akma.

Setelah lulus sarjana, Rizky langsung mendapat tawaran beasiswa penuh untuk program S2 dan S3 di Universitas Gadjah Mada. Namun, di awal Rizky sempat bimbang antara melanjutkan pendidikan atau bekerja untuk membantu ekonomi keluarga.

“Sebetulnya Rizky sempat dilema. Di satu sisi mendapat tawaran beasiswa yang sangat bagus, tapi di sisi lain ingin membantu keluarga. Namun saya melihat tekadnya yang kuat untuk terus belajar. Akhirnya saya menyemangatinya untuk lanjut S2 dan S3 di UGM,” kenang Solikhul.

Setelah mendapat restu orang tua, Rizky menyelesaikan program magister (S2) hanya dalam satu tahun, dan program doktor (S3) dalam tiga tahun.

Solikhul mengaku pencapaian putranya merupakan kebanggaan yang luar biasa, apalagi mengingat latar belakang pendidikan Rizky yang berasal dari sekolah negeri.

“Rasanya campur aduk, terharu, bangga, dan bahagia. Kalau ingat masa kecilnya yang penuh keterbatasan, saya kadang ingin menangis. Sekarang dia tumbuh jadi anak yang membanggakan orang tua,” ungkapnya.

Ketika ditanya soal “resep sukses” mendidik anak hingga menjadi doktor muda, Solikhul mengatakan tidak ada cara khusus selain kedisiplinan, semangat belajar, dan ibadah.

“Kami tidak pernah punya resep khusus. Hanya saja, saya dan Rizky tidak pernah putus menjalankan puasa Senin–Kamis, dan Rizky memang sangat mencintai Fisika serta gemar membaca. Dia juga sangat terinspirasi oleh guru SD-nya yang lulusan luar negeri,” katanya.

Selain rajin beribadah, Rizky dikenal memiliki semangat nasionalisme yang tinggi. Ia menolak beberapa tawaran kerja dari luar negeri dan memilih untuk tetap mengabdi di Indonesia.

“Ada tawaran dari perusahaan luar negeri, termasuk dari Taiwan. Tapi Rizky menolak karena ingin ilmunya bermanfaat untuk Indonesia. Ia ingin membuat karya nyata untuk negeri,” tutur Solikhul.

Sementara itu, dalam pernyataannya, Rizky menjelaskan bahwa pencapaiannya bukan hasil program akselerasi, melainkan hasil strategi dan pemanfaatan peluang beasiswa, seperti Program PMDSU (Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul).

“Kesuksesan ini bukan hasil program akselerasi formal, tapi hasil strategi belajar dan pemanfaatan peluang. Saya ingin membuktikan bahwa anak daerah juga bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional,” kata Rizky.

Rizky yang meneliti pengembangan nanofiber fungsional dalam disertasinya, juga berpesan kepada generasi muda agar tidak takut bermimpi besar, namun tetap konsisten dalam proses.

“Jangan takut punya mimpi besar, tapi juga jangan malu mulai dari langkah kecil. Buktikan kalau kita bukan generasi ‘strawberry’ yang mudah menyerah. Indonesia butuh anak muda yang bukan hanya pintar, tapi juga peduli, berintegritas, dan mau berbuat. Dari langkah kecil, akan lahir perubahan besar,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, turut memberikan apresiasi atas prestasi gemilang Rizky Aflaha.

“Prestasi ini luar biasa dan sangat membanggakan. Rizky bisa menjadi role model bagi generasi muda Kabupaten Tangerang. Ia membuktikan bahwa dari sekolah negeri pun, seseorang bisa meraih gelar doktor di usia muda,” ujar Soma.

Soma menambahkan, ilmu fisika merupakan bidang yang sulit dan hanya dapat dikuasai oleh mereka yang memiliki kecerdasan luar biasa.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Semoga keberhasilan Rizky menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di Kabupaten Tangerang untuk terus belajar dan berprestasi. Raihlah ilmu setinggi langit, karena masa depan bangsa ada di tangan para pemuda,” pungkasnya. (Rls)