SOLOK, HaluanNews.co.id – Bupati Solok Jon Firman Pandu, didampingi Wakil Bupati H. Candra, memimpin langsung Rapat Evaluasi Besar Penanganan dampak bencana yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok.
Dengan evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap, proses pemulihan sosial, ekonomi, dan infrastruktur dapat dipercepat.
Sekaligus, meningkatkan kesiapsiagaan daerah, dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Rapat tersebut, digelar di Posko Utama Penanganan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Solok di Koto Baru, Kecamatan Kubung, Senin (8/12/2025).
Hadir Forkopimda setempat, seperti Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, Kapolres Solok Kota AKBP Mas’ud Ahmad, Dandim 0309/Solok Letkol Kav. Sapta Raharja, Kajari Solok, Medie, SH, MH dan Pejabat lainnya.
Juga hadir Sekda Medison, para Staf Ahli, Asisten, Pejabat OPD lingkup Pemkab Solok, dan Camat dari daerah terdampak bencana.
Dalam Rapat tersebut, Bupati Jon Firman Pandu, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor. Untuk memastikan proses pemulihan berjalan cepat, dan bantuan tersalurkan tepat sasaran.
Bupati Jon Firman Pandu juga menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, OPD, relawan, serta seluruh tim lapangan, yang telah bekerja tanpa henti, sejak awal bencana terjadi.
Dikatakan bahwa, penanganan bencana ini adalah kerja bersama.
” Oleh karenanya, kolaborasi seluruh pihak, sangat menentukan percepatan pemulihan dan keselamatan warga” tutur Bupati Jon Firman Pandu.
Dandim 0309/Solok Letkol Kav.Sapta Raharja, Kapolres Solok Kota AKBP Mas’ud Ahmad, dan Kajari Solok Medie,SH,MH, menyoroti perlunya pengawasan distribusi bantuan.
Agar tepat guna, serta memastikan aparat tetap siaga menghadapi potensi bencana susulan.
Dalam Rapat tersebut, juga membahas langkah mitigasi jangka panjang. Mulai dari normalisasi sungai, perbaikan drainase, pembangunan tanggul, hingga rencana relokasi warga di kawasan rawan.
Sebelumnya, Sekda Kabupaten Solok, Medison, dalam pemaparanya pada Rapat tersebut, menjelaskan secara rinci skala kerusakan, kerugian, dan kebutuhan mendesak di wilayah terdampak.
Medison juga menegaskan bahwa, status darurat bencana diperpanjang mengingat curah hujan yang masih tinggi dalam tiga hari terakhir. Sementara, sejumlah infrastruktur utama belum sepenuhnya pulih.
Para Camat dari daerah terdampak bencana, yang hadir dalam Rapat tersebut, turut menyampaikan laporan kebutuhan mendesak.
Seperti perbaikan jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, dan infrastruktur layanan publik lainnya.
Sementara itu, hasil Rapat evaluasi penanganan bencana yang digelar di Posko Utama di Koto Baru itu, menyepakati bahwa untuk status tanggap darurat bencana alam Hidrometeorologi di Kabupaten Solok diperpanjang 7 (tujuh) hari kedepan. Sampai dengan tanggal 15 Desember 2025.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Solok sendiri, secara resmi telah menetapkan status keadaan darurat bencana selama 14 hari ke depan. Mulai tanggal 25 November 2025 lalu, sampai dengan tanggal 8 Desember 2025.
Akibat bencana alam, berupa banjir bandang dan tanah longsor, yang melanda 9 Kecamatan, 16 Nagari mengakibatkan ribuan warga terdampak bencana di Kabupaten Solok.
Dan menyebabkan rusaknya berbagai infrastruktur sarana prasarana, seperti jalan dan jembatan.
Juga merendam dan merusak rumah warga akibat banjir bandang , rusaknya fasilitas umum, dan juga areal persawahan dan perladangan penduduk.* (ris).
