HaluanNews.co.id – Ratusan warga Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, menyampaikan aspirasi terkait keberlangsungan operasional PT SLI. Warga meminta pemerintah daerah mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang dapat timbul apabila perusahaan tersebut ditutup.
Aspirasi itu disampaikan warga melalui aksi terbuka yang berlangsung tertib. Dalam rekaman video yang beredar, warga terlihat membacakan surat terbuka di hadapan sejumlah masyarakat yang membawa poster berisi tuntutan.
Dalam pernyataannya, warga meminta pemerintah daerah, khususnya Bupati Tangerang, agar mengambil langkah yang bijak dalam menyikapi persoalan yang menyangkut PT SLI. Apalagi perusahaan tidak melakukan pelanggaran, hanya tuduhan yang tanpa bukti.
Warga menilai, apabila perusahaan memang ditemukan melakukan pelanggaran atau kelalaian, langkah pembinaan dan perbaikan dinilai lebih tepat dibandingkan langsung menghentikan operasional perusahaan.
Menurut warga, keberadaan PT SLI berkaitan langsung dengan mata pencaharian masyarakat sekitar. Sejumlah warga menggantungkan penghasilan dari pekerjaan mereka di perusahaan tersebut.
Karena itu, warga meminta pemerintah memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk melakukan pembenahan apabila terdapat persoalan yang harus diperbaiki.
“Kalau memang ada pelanggaran, kami berharap perusahaan dibina dan diberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, bukan langsung ditutup,” demikian salah satu poin aspirasi yang disampaikan warga.
Meraka berharap Pemkab Tangerang dapat mencari jalan keluar yang tetap mengedepankan aturan, namun di sisi lain tidak mengorbankan mata pencaharian masyarakat yang selama ini bergantung pada keberadaan perusahaan. (Yeni)
