HaluanNews.co.id – Menjelang berakhirnya tahun anggaran 2026 yang menyisakan waktu sekitar dua bulan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus menggenjot optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga 27 Oktober 2026, realisasi penerimaan PAD Kabupaten Tangerang telah mencatatkan angka positif sebesar Rp4,528 triliun atau 81,49 persen dari total target APBD 2026 yang dipatok Rp5,556 triliun.

Kendati tumbuh 3,01 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, Bapenda Kabupaten Tangerang dihadapkan pada sisa target sekira Rp1,029 triliun yang harus dikejar dalam sisa waktu 60 hari menjelang penutupan tahun anggaran.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana memaparkan bahwa hingga saat ini struktur penerimaan PAD masih ditopang oleh sektor pajak daerah.

“Dari sisi komposisi, penerimaan PAD masih didominasi pajak daerah sebesar Rp3,663 triliun (80,90%), diikuti lain-lain PAD yang sah Rp658,04 miliar (14,53%), retribusi daerah Rp176,60 miliar (3,90%), dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp30,32 miliar (0,67%),” jelasnya.

Dadan menuturkan, secara tahunan penerimaan pajak daerah tercatat tumbuh positif sebesar 4,12 persen, didorong oleh sektor-sektor andalan seperti BPHTB, PBB, serta pajak makanan dan minuman. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan juga meningkat 4,90 persen.

​Namun, tantangan tersendiri muncul pada sektor retribusi daerah yang mengalami koreksi penurunan 2,87 persen, serta kelompok lain-lain PAD yang sah yang turun 1,27 persen.

“Penurunan pada sejumlah pos penerimaan ini menjadi catatan khusus bagi perangkat daerah terkait untuk memperketat intensifikasi pemungutan di sisa tahun ini,” ujarnya.

Dadan menambahkan, evaluasi capaian dua bulan menjelang akhir tahun ini turut menjadi pijakan Pemkab Tangerang dalam merancang target fiskal tahun depan. Pada tahun anggaran 2027, PAD Kabupaten Tangerang direncanakan naik menjadi Rp5,607 triliun, naik 6,05 persen atau bertambah Rp319,93 miliar dibandingkan APBD awal 2026.

Dadan menegaskan, potensi ekonomi Kabupaten Tangerang yang ditopang oleh pertumbuhan kawasan industri, perdagangan, jasa, dan perumahan masih sangat terbuka lebar. Guna memastikan target ambisius di tahun 2027 tercapai sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah, sejumlah strategi taktis telah disiapkan.

“Ke depan, penguatan basis data pajak, digitalisasi pembayaran, peningkatan kepatuhan wajib pajak, optimalisasi retribusi, serta peningkatan kinerja BUMD menjadi langkah penting agar target PAD 2027 dapat tercapai sekaligus memperkuat kemandirian fiskal Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (Yen)