TANGERANG, HaluanNews.co.id – Sebanyak 750 Kepala Keluarga (KK) di 10 Desa Lokus penanganan stunting menerima bantuan pangan intervensi kewaspadaan pangan dan gizi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Kabupaten Tangerang. Penyaluran bantuan pangan dan gizi tersebut dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 6 s/d 9 Oktober 2026.

Adapun 10 Lokus Desa lokasi bantuan pangan dan gizi yaitu : Desa Pangkalan, Desa Kebun Cau Kecamatan Teluknaga, Desa Cikasungka Kecamatan Solear, Desa Gunung Kaler Kecamatan Gunung Kaler, Desa Mekarsari, Kelurahan Sukatani Kecamatan Rajeg, Kelurahan Salembaran Jaya Kecamatan Kosambi, Desa Gempol Sari Kecamatan Sepatan Timur, Desa Gaga dan Kelurahan Pakuhaji Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang.

Jenis bantuan yang disalurkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang berupa:
1. Beras nutrizinc (2 kg/kpm),
2. Kacang hijau (500 gram/kpm),
3. Daging Ayam (1 kg/kpm),
4. Minyak goreng (1 liter/kpm),
5. Gula pasir (1 kg/kpm),
6. Minyak kemiri tinggi omega (5 botol/kpm),
7. Bubuk tabur tempe semangit (4 pouch/kpm).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Dr Ujang Sudiartono menyampaikan bantuan pangan ini sebagai tindak lanjut Surat Keputusan Bupati Tangerang Nomor 794 tahun 2025 tentang penetapan desa/kelurahan lokus prioritas percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem tahun 2026.

“Pengentasan kemiskinan ekrem menjadi salah satu program unggulan yang sudah tertuang dalam rencana Pembangunan jangka menengah daerah tahun 2025-2029. Karena itu kami melaksanakan program unggulan Pak Bupati dan Wakil Bupati Tangerang yaitu Masyarakat Berpenghasilan Rendah,” kata Ujang.

Untuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang melaksanakan intervensi pemberian bantuan pangan dan gizi untuk penanganan stunting melalui .Pada tahun 2026 ini bantuan pangan dilakukan sebanyak 4 tahap, yaitu tahap pertama dilakukan bulan Mei, tahap kedua di bulan Juni, tahap ketiga bulan Agustus dan tahap ke empat meruapakn tahap terakhir penyaluran bulan Oktober.

“kami sudah melakukan penyaluran bantuan pangan dan gizi sebanyak 3 kali, dan sekarang tahap ke empat penyaluran terakhir di Bulan Oktober 2026. Kami harap bantuan paket pangan keluarga berisiko stunting bisa membantu kebutuhan gizi masyarakat Kabupaten Tangerang,” ujar Ujang.

Ia lanjutkan, maksud dan tujuan pemberian bantuan pangan dan gizi penanganan stunting ini yiatu untuk membantu keluarga berisiko stunting untuk mengakses pangan bergizi dalam pemenuhan kebutuhannya dan mengurangi beban pengeluaran keluarga terhadap pangan pada keluarga berpenghasilan rendah.

Salah satu warga penerima manfaat Desa Pangkalan Kecamatan Teluknaga Neneng mengungkapkan rasa bahagia menerima bantuan pangan dari Bupati Tangerang Bapak Moch Maesyal Rasyid, apalagi saat ini kami mengalami kesulitan ekonomi di masa kering ini, banyak sawah yang kami garap gagal panen.

“Kepada Bupati Tangerang Bpk Maesyal Rasyid kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih yang sudah memberikan bantuan pangan berupa daging ayam potong, beras, minyak kemiri, tempe semangit, kacang ijo, bantuan ini sangat membantu kami,” kata ibu neneng saat mengambil bantuan. (ADV)