HaluanNews.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Nonce Thendean, membantah keras tudingan yang menyebut dirinya menyalahgunakan kendaraan hibah milik Kelompok Pemberdayaan Masyarakat (KPM). Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak sesuai fakta dan telah merugikan nama baiknya.
Nonce mengaku keberatan dengan pemberitaan sejumlah media yang kemudian menjadi dasar laporan dan sorotan dari LSM GMPRI terkait dugaan penyalahgunaan kendaraan hibah tersebut.
“Yang diberitakan itu sama sekali tidak benar. Saya dituduh menggunakan mobil hibah tersebut, mengambil BPKB-nya, hingga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp1,5 miliar. Semua tuduhan itu tidak berdasar,” tegas Nonce, Selasa (2/6/2026).
Politikus Partai Demokrat itu menjelaskan, kendaraan hibah yang dipersoalkan hingga saat ini masih berada dalam pengelolaan pengurus KPM yang berlokasi di Perumahan Bukit Tiara, Kelurahan Pasir Jaya. Menurutnya, keberadaan kendaraan maupun dokumen kendaraan dapat diverifikasi secara langsung.
“Silakan datang langsung ke KPM. Cek sendiri apakah mobilnya masih ada atau tidak. Lihat juga BPKB-nya, apakah pernah berpindah tangan atau tidak. Semua masih bisa diverifikasi,” ujarnya.
Nonce juga mempertanyakan tudingan adanya kerugian negara sebesar Rp1,5 miliar yang dikaitkan dengan kendaraan hibah tersebut. Menurutnya, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang hanya berupa kendaraan operasional tanpa anggaran perawatan.
Ia menilai perhitungan kerugian yang beredar tidak memiliki dasar yang jelas, mengingat kendaraan yang dimaksud hanya berupa satu unit mobil jenis APV dengan nilai yang jauh di bawah angka tersebut.
“Bagaimana bisa sampai Rp1,5 miliar? Bantuan dari pemerintah hanya mobilnya saja, tidak ada biaya perawatan. Kalau ada yang menghitung kerugian dengan menambahkan biaya perawatan tahunan, itu asumsi yang mengada-ada,” katanya.
Lebih lanjut, Nonce menyayangkan adanya pihak-pihak yang menyebarkan informasi tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu. Ia menekankan pentingnya verifikasi dalam setiap pemberitaan agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan berimbang.
“Saya berharap rekan-rekan media lebih cermat. Kalau informasinya masih simpang siur, sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu. Jangan hanya mendengar dari satu pihak lalu langsung diberitakan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nonce mengakui pernah membantu pengurus KPM membayar pajak kendaraan. Namun, bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban administrasi kendaraan yang digunakan untuk kepentingan warga.
“Mereka pernah mengeluhkan kesulitan membayar pajak kendaraan. Sebagai anggota dewan, saya membantu karena ingin meringankan beban masyarakat. Itu bentuk kepedulian, bukan berarti kendaraan tersebut saya kuasai atau saya gunakan,” jelasnya.
Nonce menegaskan siap membuka seluruh data dan informasi terkait kendaraan hibah tersebut apabila diperlukan. Ia berharap klarifikasi yang disampaikannya dapat meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak pernah menggunakan kendaraan itu dan tidak pernah mengambil BPKB-nya. Semua bisa dibuktikan dengan fakta di lapangan,” pungkasnya. (Yeni)
