HaluanNews.co.id – Dinas Sosial Provinsi Banten terus mendorong keberadaan Karang Taruna agar tidak hanya berperan sebagai organisasi kepemudaan, tetapi mampu berkembang menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat. Rabu, (5/8/2026)

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial (Dayasos) Dinas Sosial Provinsi Banten, Linda Rohyati Fatimah, S.Sos., M.Si., saat melakukan kunjungan atau visitasi dalam rangka penilaian Pilar-Pilar Sosial di Basecamp Website Karang Taruna Kecamatan Karawaci, berlokasi di Mall Plaza Shinta dan berkunjung ke Kelompok Usaha Ternak Ikan Lele (KUTIL) di Cimone, Karawaci, Kota Tangerang. Selasa, (4/8/2026).

Linda mengatakan, visitasi tersebut merupakan bagian dari tahapan penilaian terhadap sejumlah pilar sosial yang nantinya akan dipilih untuk mewakili Provinsi Banten pada tingkat nasional.

“Harapannya adalah melahirkan tunas-tunas muda dan menjadi mitra Dinas Sosial, khususnya Karang Taruna, untuk menjadi kepanjangan tangan pemerintah,” ujar Linda.

Menurutnya, Karang Taruna memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah mendorong pembangunan ekonomi masyarakat, terutama kelompok masyarakat yang masih berada dalam kondisi ekonomi rendah.

Ia berharap berbagai program serta inovasi yang dikembangkan Karang Taruna dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Harapan kami, program dan inovasi yang dilakukan bisa meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat menjadi lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan, upaya tersebut dapat diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan pelaku bisnis. Dengan kolaborasi tersebut, inovasi yang lahir dari Karang Taruna diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosial semata, tetapi mampu berkembang menjadi kegiatan produktif dan berkelanjutan.

“Kami berharap nantinya tunas-tunas bangsa yang ada di Kota Tangerang ini menjadi pemenang untuk kemudian dikirim mewakili Banten ke tingkat nasional,” ungkapnya.

Proses penilaian Pilar-Pilar Sosial Provinsi Banten melibatkan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Masing-masing daerah mengirimkan perwakilan untuk mengikuti tahapan penilaian dan visitasi.

Selain Karang Taruna, terdapat sejumlah pilar sosial lainnya yang menjadi objek penilaian, yakni Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).

“Semua akan kami kunjungi di setiap kabupaten dan kota. Pesan kami adalah terus memajukan masyarakat agar peningkatan ekonominya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat, khususnya yang digerakkan oleh nilai-nilai kepemudaan,” tutur Linda.

Ia mengatakan, proses visitasi menjadi salah satu tahapan penting menuju penentuan pemenang. Tim penilai masih harus menyelesaikan kunjungan ke sejumlah peserta dari berbagai daerah di Provinsi Banten.

“Dalam waktu dekat saya harus menyelesaikan agenda 40 penilaian. Saat ini baru beberapa yang sudah dikunjungi. Sisanya harus diselesaikan dalam tempo tiga hari,” jelasnya.

Ia menyebutkan, agenda pengukuhan Karang Taruna Provinsi Banten direncanakan berlangsung pada 12 Agustus 2026. Sementara pemberian penghargaan kepada para pemenang dijadwalkan bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun Provinsi Banten pada 4 Oktober 2026.

“Jadi pemenangnya sudah harus muncul di hadapan Pak Gubernur. Kalau pemenangnya sudah ada, nanti kami berikan pengakuan dan hadiahnya pada Hari Ulang Tahun Banten,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, SE., MM., mengatakan visitasi tersebut merupakan bagian dari agenda Dinas Sosial Provinsi Banten dalam melakukan penilaian terhadap Pilar-Pilar Sosial.

Menurut Acep, Karang Taruna Kecamatan Karawaci menjadi salah satu peserta yang dinilai karena memiliki sejumlah inovasi dan program yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Hari ini memang jadwal dari Dinas Sosial Provinsi terkait visitasi perlombaan Pilar-Pilar Sosial. Untuk Karang Taruna, yang dinilai adalah inovasi yang dilakukan teman-teman Karang Taruna,” ujar Acep.

Ia menjelaskan, sebelum memasuki tahapan perlombaan dan visitasi, Karang Taruna Kecamatan Karawaci telah mengikuti proses presentasi di Dinas Sosial Kota Tangerang.

Acep pun mengaku optimistis Karang Taruna Kecamatan Karawaci mampu meraih prestasi dalam ajang tersebut.

“Saya optimistis Karang Taruna Kecamatan Karawaci menjadi juara. Harapan saya, ke depan ini bisa menjadi barometer bagi teman-teman Karang Taruna di wilayah lain agar terus melakukan inovasi,” katanya.

Menurut Acep, inovasi yang dikembangkan Karang Taruna, termasuk pemanfaatan sistem digitalisasi, harus terus diarahkan agar mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Semua kegiatannya harus bisa bermanfaat untuk masyarakat. Untuk teman-teman Karang Taruna Kecamatan Karawaci, saya berharap tetap semangat melakukan inovasi dan memberikan kemaslahatan untuk masyarakat,” tutur Acep.

Ia juga mendorong agar inovasi yang telah berjalan tidak berhenti hanya karena adanya perlombaan. Sebaliknya, program tersebut harus terus dikembangkan, baik dari sisi keberlanjutan maupun perluasan pangsa pasar.

“Kami berharap inovasi yang sudah berjalan dapat terus dikembangkan, termasuk dari sisi pangsa pasar itu sendiri, sehingga manfaatnya bisa lebih luas dirasakan masyarakat,” pungkas Acep.

Turut hadir Lurah Cimone, Lurah Cimone Jaya, Camat Karawaci, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Kabid Dinsos Kota Tangerang beserta jajarannya, Dinas Sosial Provinsi Banten beserta jajarannya, dan Karang Taruna se-Kecamatan Karawaci. (Red/KJK Tangerang Raya)