TANGERANG, HaluanNews.co.id – Ketua Panitia Besar (PB) Porprov VII Banten 2026, Pilar Saga Ichsan, meninjau sejumlah venue pertandingan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa 27 Oktober 2026.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten yang dijadwalkan berlangsung pada 15-23 November 2026.
Salah satu lokasi yang dikunjungi Pilar adalah Stadion Kera Sakti di Kecamatan Setu, Kota Tangsel, yang disiapkan sebagai venue cabang olahraga sepak bola. Dalam kunjungan tersebut, Pilar memastikan fasilitas stadion telah siap digunakan untuk mendukung pertandingan.
Menurut Pilar, Stadion Kera Sakti bukan venue baru untuk kompetisi sepak bola. Stadion tersebut sebelumnya telah digunakan untuk berbagai pertandingan, termasuk kompetisi Liga Suratin kelompok usia U-13, U-15, dan U-17 yang diselenggarakan PSSI Banten.
“Kalau di Kera Sakti sendiri sudah siap, karena ini biasa digunakan PSSI Banten untuk Liga Suratin. Jadi, saya rasa venue ini siap,” ujar Pilar saat meninjau lokasi.

Selain Stadion Kera Sakti, Pilar juga mengunjungi sejumlah venue lainnya, di antaranya fasilitas olahraga di Kodiklat TNI, Serpong Paradise, dan Ciater Permai. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan serta memastikan setiap lokasi memenuhi standar kelayakan pertandingan.
Pilar menyebutkan, sebagian venue masih menjalani tahap penyelesaian akhir atau finishing. Namun, ia optimistis seluruh fasilitas yang dibutuhkan dapat rampung sebelum pertandingan dimulai.
“Progresnya sekitar 80 persen. Nanti pada saat hari H semuanya sudah siap dan memenuhi standar untuk digunakan dalam pertandingan,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah venue yang masih dalam tahap penyelesaian telah menjalani visitasi dari KONI Provinsi Banten untuk menilai kelayakan fasilitas. Panitia pun terus mendorong percepatan penyelesaian pekerjaan, termasuk pelaksanaan uji coba sebelum venue digunakan secara resmi.
Salah satu venue yang masih dalam tahap penyelesaian adalah lintasan sepatu roda di kawasan Ciater Permai. Pilar menjelaskan, progres pembangunan fasilitas tersebut telah mencapai sekitar 80 persen, dengan pekerjaan yang tersisa antara lain pemagaran dan perapian area.
Dalam beberapa hari ke depan, pekerjaan tersebut ditargetkan rampung sehingga lintasan dapat digunakan atlet sepatu roda untuk bertanding. Ke depan, kawasan itu juga direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas olahraga bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, fasilitas olahraga di Kodiklat TNI dinilai telah siap digunakan. Dukungan Kodiklat dinilai menjadi bagian penting dalam penyediaan sarana pertandingan, khususnya untuk cabang olahraga drumband dan kempo.
“Kalau Kodiklat sudah tidak diragukan. Infrastruktur sudah siap dan kami senang Kodiklat TNI bisa ikut terlibat dalam agenda Porprov ini. Porprov adalah milik kita semua untuk kesuksesan Tangerang Selatan dan Banten,” ungkapnya.
Pada Porprov VII Banten 2026, sebanyak 60 cabang olahraga akan dipertandingkan dengan venue yang tersebar di sejumlah lokasi. Pilar memastikan seluruh cabang olahraga tersebut telah memiliki venue yang ditetapkan, sementara Tangsel sebagai tuan rumah juga akan menurunkan atlet pada seluruh 60 cabang olahraga.
Meski mayoritas pertandingan digelar di Tangsel, terdapat lima cabang olahraga yang pelaksanaannya ditempatkan di luar daerah karena kebutuhan fasilitas khusus.
Cabang olahraga selancar akan digelar di kawasan Bayah dan Sawarna, Kabupaten Lebak, karena membutuhkan lokasi pertandingan di laut. Sementara itu, atletik dan gimnastik ditempatkan di luar Tangsel karena kebutuhan fasilitas yang belum tersedia secara memadai.
Adapun cabang olahraga bowling dipindahkan ke kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) agar dapat mengakomodasi jumlah atlet yang cukup banyak dengan fasilitas yang lebih representatif. Satu cabang lainnya juga akan dilaksanakan di luar Tangsel sesuai kebutuhan penyelenggaraan.

Pilar menjelaskan, penentuan lokasi pertandingan dilakukan dengan mempertimbangkan kelayakan fasilitas sekaligus kenyamanan atlet. Panitia berupaya memastikan setiap peserta dapat bertanding dengan dukungan sarana yang sesuai dengan standar cabang olahraga masing-masing.
Di tengah persiapan venue, Pilar memastikan secara umum penyelenggaraan Porprov VII Banten 2026 masih berjalan sesuai rencana. Salah satu tahapan penting yang telah diselesaikan adalah proses keabsahan atlet, termasuk pemeriksaan dan verifikasi data peserta.
Ia mengatakan, proses tersebut dilakukan dengan ketentuan yang ketat, terutama terkait persyaratan atlet yang berhak mewakili daerah di Porprov tahun ini. Kebijakan itu bertujuan menjaga kualitas persaingan sekaligus memberikan ruang kepada atlet yang memenuhi persyaratan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Insyaallah sebenarnya masih on the track semuanya, tidak ada kendala,” ujarnya.
Ketua KONI Banten, Agus Rasyid, mengatakan pihaknya terus menjalankan fungsi pengawasan dan pengarahan untuk memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan Porprov berjalan sesuai rencana.
Agus mengatakan, evaluasi terhadap kekurangan dalam kepanitiaan juga terus dilakukan agar pelaksanaan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut berjalan optimal.
“Persiapannya, kita sudah berkomunikasi hampir tiap minggu. Kekurangan-kekurangan yang ada di Porprov, di kepanitiaan, kita juga perbaiki,” ujar Agus.
Pagelaran Porprov Banten, kata dia, menjadi kesempatan untuk menemukan atlet-atlet potensial yang dapat dipersiapkan memperkuat kontingen Banten pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
“Porprov sendiri harapan saya juga akan melahirkan atlet-atlet baru,” kata Agus.
Di sisi lain, kesiapan venue pertandingan juga terus diperiksa. Pengecekan lanjutan, kata dia, tetap diperlukan untuk memastikan kekurangan yang masih ada dapat segera disempurnakan.
Porprov VII Banten 2026 juga menghadirkan cakupan pertandingan yang lebih luas dibandingkan edisi sebelumnya. Jika Porprov VI mempertandingkan 45 cabang olahraga, pada edisi ketujuh ini jumlahnya meningkat menjadi 60 cabang olahraga, atau bertambah 15 cabang.
“Di Porprov 2026, Porprov VII ini, yang akan dipertandingkan itu 60 cabang olahraga,” ujar Agus.
Agus mengajak seluruh masyarakat Banten untuk bersama-sama menyukseskan pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.
Ia menekankan bahwa keberhasilan Porprov tidak cukup hanya dilihat dari kelancaran pelaksanaan. Peningkatan prestasi atlet juga harus menjadi perhatian utama agar kompetisi ini memberikan manfaat jangka panjang bagi olahraga Banten.
“Mari kita ramaikan, sukseskan. Tentunya bukan hanya sukses pelaksanaan, yang paling penting juga adalah sukses prestasinya,” tutur Agus.
Ia berharap Porprov VII Banten 2026 mampu melahirkan atlet-atlet baru yang dapat memperkuat Banten pada berbagai ajang olahraga mendatang.
“Mudah-mudahan sesuai dengan harapan kita semua bahwa Banten memang bisa melahirkan atlet-atlet terbaru melalui Porprov ketujuh ini,” katanya. (Yeni)
