TANGERANG, HaluanNews.co.id – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 akan mempertandingkan 60 cabang olahraga (cabor), meningkat dari 48 cabor pada penyelenggaraan sebelumnya.
Ketua Panitia Besar (PB) Porprov VII Banten 2026, Pilar Saga Ichsan, mengatakan penambahan 12 cabor merupakan upaya memberikan ruang lebih luas bagi organisasi olahraga dan atlet di Banten untuk berkompetisi, mengembangkan kemampuan, serta menunjukkan prestasi.
Menurut Pilar, jumlah tersebut berpotensi menjadikan Porprov VII Banten 2026 sebagai salah satu penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi dengan jumlah cabang olahraga terbanyak di Indonesia.
“Kita memberikan ruang bagi teman-teman cabor supaya bisa bergeliat, ikut berkompetisi, berlatih, dan menunjukkan prestasinya. Sebagai tuan rumah, kita ingin memberikan kesempatan kepada seluruh cabor di Provinsi Banten untuk mengekspresikan potensinya,” tutur Pilar, Senin 26 Oktober 2026.
Adapun daftar cabor yang akan dipertandingkan di Porprov VII Banten 2026, yaitu Anggar, Angkat Berat, Angkat Besi, Aquatic/Renang, Arung Jeram, Atletik, Balap Sepeda Barongsai, Bermotor, Billiard, Binaraga, Bola Basket, Floor Ball, E-Sport, Drumband, Dayung, Dance Sport, Cricket, Catur, Bulutangkis, Bridge, Bowling, Bola Voli, dan Bola Tangan.
Selain itu, Sepak Bola, Sepak Takraw, Sepatu Roda, Softball, Squash, Taekwondo, Tarung Derajat, Tenis Lapang, Tenis Meja, Tinju, Woodball, Wushu, Menembak, Muaythai, Panahan, Panjat Tebing, Pencak Silat, Pentathlon, Petanque, Pickleball, Rugby, Sambo, Selam, Selancar Ombak, Kurash, Kempo, Karate, Judo, Ju Jitsu, IBCA MMA, Hoki, Gymnastic/Senam, Gulat, Golf, Gateball dan Futsal.

Pertandingan cabor pada Porprov VII Banten 2026 dijadwalkan mulai pada 8 November, dengan pembukaan pada 15 November dan pertandingan berlangsung hingga 23 November 2026.
Kepada para atlet, Pilar berpesan agar mempersiapkan kondisi fisik, mental, dan kemampuan terbaik, sekaligus menjaga kebersamaan serta menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi.
“Siapkan mental, fisik, dan kemampuan terbaik. Jaga kebersamaan dan sportivitas. Mudah-mudahan seluruh atlet bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya. Porprov ini milik kita semua,” pungkasnya.
Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026 terus berjalan secara bertahap. Panitia kini mematangkan proses keabsahan atlet dari seluruh kabupaten dan kota guna memastikan setiap peserta memenuhi persyaratan sebelum bertanding.
Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Porprov Banten 2026, Roni Alfanto, mengatakan proses verifikasi keabsahan atlet telah memasuki tahap penyampaian hasil pemeriksaan. Dari total 6.613 atlet yang diverifikasi, sebanyak 113 atlet masih belum memenuhi persyaratan administrasi.
Roni yang juga menjabat Sekretaris KONI Banten menjelaskan, hasil tersebut disampaikan setelah pihaknya menerima laporan tim keabsahan dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
“Alhamdulillah, persiapan tahap demi tahap sudah bisa dilalui. Hari ini kami menerima tim keabsahan dari Tangsel yang menyampaikan hasil verifikasi keikutsertaan seluruh kontingen kabupaten dan kota,” kata Roni.
Ia menyebutkan, sebagian atlet yang belum memenuhi persyaratan masih memiliki kesempatan untuk melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Kendala yang ditemukan antara lain persoalan kartu tanda penduduk (KTP) dan kelengkapan administrasi lainnya.
Menurut Roni, hasil verifikasi tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama perwakilan kontingen dalam rapat Chef de Mission (CDM). Forum itu menjadi kesempatan bagi masing-masing daerah untuk mengetahui hasil pemeriksaan sekaligus menindaklanjuti kekurangan dokumen atletnya.
“Kalau mereka bisa melengkapi kekurangan administrasi, masih ada peluang untuk lolos. Tetapi, ada juga yang memang tidak bisa diperbaiki, misalnya atlet tidak memiliki KTP Banten, sementara persyaratan keikutsertaan mengharuskan hal tersebut,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, tim Steering Committee (SC) bersama tim CDM akan mengundang seluruh kontingen kabupaten dan kota untuk menyampaikan hasil akhir pemeriksaan tim keabsahan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya panitia menjaga ketertiban administrasi sekaligus memastikan pelaksanaan Porprov Banten 2026 berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, Porprov Banten 2026 mencatatkan penyelenggaraan dengan jumlah cabang olahraga terbanyak sepanjang sejarah ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Sebanyak 60 cabang olahraga akan dipertandingkan dalam kompetisi yang melibatkan kontingen dari kabupaten dan kota di Banten.
Menurut Roni, besarnya jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan menjadi tantangan tersendiri bagi panitia. Karena itu, kesiapan administrasi, koordinasi antarkontingen, serta tahapan penyelenggaraan perlu dipastikan berjalan dengan baik.
Ia berharap Porprov Banten 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga daerah, tetapi juga menjadi tolok ukur kesiapan Banten dalam menyelenggarakan perhelatan olahraga berskala nasional.
“Harapan kami, Porprov ini bisa menjadi miniatur PON. Banten nantinya menjadi tuan rumah PON, sehingga penyelenggaraan Porprov harus bisa berjalan dengan baik,” tutur Roni.
Selain aspek penyelenggaraan, Porprov Banten 2026 diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat diandalkan untuk memperkuat kontingen Banten pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032, ketika Banten bersama Lampung direncanakan menjadi tuan rumah.
Roni berharap proses persiapan yang dilakukan sejak sekarang dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet sekaligus memperkuat daya saing olahraga Banten di tingkat nasional.
Dengan tahapan keabsahan yang terus berjalan dan koordinasi bersama seluruh kontingen, Porprov Banten 2026 diharapkan berlangsung tertib, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan olahraga di Provinsi Banten. (Yeni)
