SOLOK, HaluanNews.co.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok, Effia Vivi Fortuna, menelyebutkan bahwa, seluruh jajaran PUPR bergerak maksimal dalam upaya penanganan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah Kecamatan.

Langkah cepat ini dilakukan, sesuai instruksi Bupati Solok Jon Firman Pandu, agar seluruh perangkat daerah bekerja tanpa menunggu perintah tambahan.

Sejak hari pertama kejadian, personel PUPR bersama operator alat berat nya, turun langsung ke berbagai titik bencana untuk membuka akses jalan, membersihkan material longsor, dan menormalkan kembali aliran sungai yang tersumbat.

“Sesuai arahan Bapak Bupati Solok, seluruh OPD diminta bergerak maksimal. PUPR sebagai OPD teknis siap berada di garda terdepan. Semua personel kita turunkan, semua alat berat kita gerakkan, termasuk ada bantuan alat berat dari BWS V” tutur Effia Vivi Fortuna.

PUPR Kabupaten Solok mengerahkan berbagai jenis alat berat milik daerah. Alat berat ditempatkan di titik-titik yang tertutup material longsor, mengalami badan jalan amblas, maupun kawasan permukiman yang terdampak endapan lumpur dan kayu akibat banjir bandang.

Vivi menjelaskan bahwa, strategi penanganan dilakukan secara dinamis. Alat berat digerakkan sesuai tingkat urgensi di lapangan, terutama untuk memastikan akses masyarakat tidak terputus terlalu lama.

“Kami bergerak berdasarkan prioritas. Begitu satu titik dianggap sudah aman dan aksesnya sudah bisa dilalui, alat berat langsung kita tarik untuk membantu lokasi yang lebih berat,” ujarnya.

Dari hasil pemetaan lapangan, tiga wilayah yang mengalami kerusakan paling berat adalah Nagari Saniang Baka, Muaro Pingai, dan Paninggahan.

Ketiganya terdampak parah oleh kombinasi banjir bandang, longsor besar, serta kerusakan aliran sungai yang menyebabkan ancaman banjir susulan.

Karena itu, alat berat yang sebelumnya bekerja di titik-titik yang sudah dianggap stabil dipusatkan kembali ke tiga nagari tersebut.

“Saniang Baka, Muaro Pingai, dan Paninggahan menjadi prioritas utama kami. Kerusakannya cukup berat dan membutuhkan penanganan cepat. Semua alat berat yang bisa digerakkan, sudah kami fokuskan ke sana,” tukas Effia Vivi Fortuna.

Ia juga menyebutkan bahwa, koordinasi terus dilakukan bersama BPBD, kecamatan, nagari, serta unsur TNI-Polri untuk memastikan pekerjaan bisa dilakukan aman dan efektif, mengingat kondisi tanah masih labil dan cuaca yang belum sepenuhnya normal.

Dengan percepatan mobilisasi alat berat ini, diharapkan akses jalan antarwilayah segera pulih, potensi banjir susulan bisa diminimalkan, dan permukiman masyarakat dapat kembali aman. PUPR juga terus memantau kemungkinan munculnya titik rawan baru akibat pergerakan tanah.

Effia Vivi Fortuna menambahkan bahwa, PUPR akan bekerja hingga seluruh titik bencana dapat ditangani secara optimal.

“Kami akan berupaya maksimal sampai aliran sungai bisa normal, jalan utama kembali dibuka, dan masyarakat merasa aman. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.* (ris)