HaluanNews.co.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok, Medison, melantik Direksi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Solok Nan Indah masa jabatan 2026–2031 bertempat di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Solok di Arosuka, Kamis (23/4/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Febri Fauza kembali dipercaya memimpin Perusahaan Daerah Air Minum tersebut.
Pelantikan berlangsung khidmat, dihadiri Asisten II Jefrizal, Asisten III Evanasri, Kepala OPD, para Camat se-Kabupaten Solok, dan tamu undangan lainnya.
Febri Fauza sebelumnya juga dipercaya menjabat sebagai Kepala PDAM Kabupaten Solok. Penunjukan kembali ini, dinilai sebagai bentuk kepercayaan Pemerintah daerah terhadap kesinambungan tata kelola dan peningkatan layanan air minum bagi masyarakat.
Pelantikan Direksi ini, diharapkan menjadi langkah awal percepatan peningkatan layanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Solok. Sekaligus, menjawab kebutuhan dasar warga di tengah potensi sumber daya air yang melimpah.
Dalam sambutannya diacara itu, Sekda Medison menegaskan bahwa, momentum pelantikan harus menjadi titik tolak evaluasi dan pembenahan menyeluruh terhadap kinerja perusahaan daerah tersebut.
“Momentum hari ini kita jadikan sebagai kesempatan untuk memperbaiki, mengevaluasi, dan terus membangun komitmen bersama seluruh jajaran PDAM guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” tutur Sekda Medison.
Ia juga menekankan, peningkatan layanan air minum sejalan dengan visi dan misi Bupati Solok. Yakni, mewujudkan pemerintahan yang melayani menuju masyarakat yang madani dan sejahtera.
Menurut Sekda Medison, pelayanan air minum merupakan bagian penting dari pelayanan publik karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Namun, tantangan yang dihadapi Kabupaten Solok masih cukup besar.
Saat ini, kata Sekda Medison, cakupan layanan air bersih di daerah tersebut disebut belum mencapai 60 persen, atau masih berada di kisaran 57 persen.
” Ini menjadi tantangan berat bagi kita ” ujar Sekda Medison.
Di satu sisi, imbuh Medison, Kabupaten Solok memiliki potensi sumber air yang sangat besar sebagai daerah pegunungan.
” Kita punya danau, sungai, dan sumber air yang melimpah. Potensi ini harus dikelola secara profesional, terencana, dan berkesinambungan,” tutur Sekda Medison.
Ia juga menyoroti persoalan infrastruktur jaringan yang sudah menua. Sebagian besar jaringan pipa yang dikelola PDAM, menurut dia, telah berumur lebih dari 10 hingga 20 tahun. Sehingga membutuhkan pembaruan dan rehabilitasi secara bertahap.
“Jaringan yang dibangun rata-rata sudah tua. Dalam lima tahun terakhir juga belum ada penyertaan modal dari pemerintah daerah untuk PDAM, sehingga perbaikan signifikan belum dapat dilakukan,” kata Sekda Medison.
Untuk itu, pemerintah daerah, ujar Medison, telah menyiapkan strategi guna memperluas cakupan layanan air bersih, termasuk melalui rencana penyertaan modal pada masa mendatang.
Ia menyebut Bupati Solok telah memberi sinyal adanya dukungan anggaran bagi PDAM, terutama untuk perbaikan jaringan dan peningkatan kapasitas layanan.
“Ke depan, pemerintah daerah akan
mendukung perluasan cakupan air bersih melalui penyertaan modal, sejalan dengan membaiknya kinerja PDAM,” tukas Sekda Medison.
Sementara itu, Direktur PDAM Kabupaten Solok Febri Fauza, yang kembali diberi kepercayaan untuk periode kedua kalinya untuk memimpin PDAM Kabupaten Solok 5 tahun kedepan mengatakan, amanah kepercayaan yang diberikan oleh Pimpinan kepada dirinya akan dilaksanakan dengan sebaik mungkin.
” Tak hanya kepada Pimpinan dan masyarakat Kabupaten Solok, tanggung jawab dan amanah ini juga akan saya pertanggung jawabkan kepada Allah Subhanahuwataala ” ucap Febri Fauza.* (ris).
