SOLOK, HaluanNews.co.id – Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, secara resmi menetapkan Status Transisi Darurat ke Fase Pemulihan, dalam Penanganan bencana Hidrometeorologi untuk waktu selama enam bulan ke depan.
Keputusan itu, diambil dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Forkopimda setempat. Sekaligus HIgh Level Meeting TPID yang dipimpin Bupati Solok, Jon Firman Pandu, S.H., di Arosuka, pada Senin (22/12/2025).
Kegiatan itu, juga dihadiri Wakil Bupati Solok H. Candra, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, Sekda Medison, serta unsur Forkopimda setempat.
Turut hadir, Staf Ahli Bupati, Para Asisten Setda, Kepala Pelaksana BPBD Khairul, para Kepala OPD, Camat, dan undangan lainnya.
Sekda Kabupaten Solok, Medison, mengatakan,selama masa Tanggap Darurat hingga dua kali perpanjangan masing-masing tujuh hari, penanganan bencana telah berjalan dengan baik dan terkoordinasi.
“Mulai dari penetapan status tanggap darurat, distribusi bantuan, penanganan pengungsi, hingga mitigasi bencana susulan telah dilaksanakan secara optimal dengan kolaborasi TNI, Polri, relawan, dan masyarakat,” ujar Sekda Medison.
Ia juga menyebutkan, untuk total kerugian materi akibat bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Solok diperkirakan mencapai Rp 1,48 triliun.
Medison mengatakan, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008, setelah masa tanggap darurat berakhir, Pemerintah dapat menetapkan masa transisi darurat ke pemulihan, sebagai jembatan menuju tahap Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rekon).
Fokus utama masa transisi ini kata Sekda Medison, meliputi : Perbaikan darurat prasarana dan sarana vital, Pemulihan layanan dasar seperti air bersih, listrik, kesehatan, dan pendidikan.
” Kemudian, Penanganan hunian sementara (Huntara),Pembersihan lingkungan, Dukungan psikososial lanjutan bagi masyarakat terdampak” tutur Sekda Medison.
Untuk tahap lanjutan, kata Medison, Pemkab Solok akan melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan serta kerugian melalui JITUPASNA.
” Kajian ulang risiko dan zona rawan, penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi, serta sinkronisasi lintas OPD, Forkopimda, dan Pemerintah Pusat. ” tutur Sekda Medison.
Sedangkan Bupati Solok Jon Firman Pandu, berharap, seluruh pihak tetap solid dan terus berkolaborasi dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Kita harus tetap bersatu, imbuh Bupati Solok Jon Firman Pandu, tetap bersemangat, dan terus berkoordinasi.
” Agar, penderitaan masyarakat bisa segera diatasi,” ujar Bupati Jon Firman Pandu.* (ris).
