HaluanNews.co.id – Pemerintah Kabupaten Solok menggelar Focus Group Discussion (FGD), tentang, menjaga kondusivitas pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak, yang akan dilaksanakan di 23 Nagari pada 11 Kecamatan, dan digelar tanggal 9 September 2026 mendatang.
Kegiatan yang dilaksanakan Senin (29/6/2026) di Ruang Rapat Sekretariat Daerah di Arosuka itu, dipimpin langsung oleh Bupati Solok, Jon Firman Pandu (JFP).
Kegiatan ini, sebagai langkah memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan, dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif menjelang pelaksanaan Pilwana Serentak.
FGD tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Solok H. Candra, SHI, Forkopimda Kabupaten Solok, Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan camat se-Kabupaten Solok.
Dalam arahannya, Bupati Solok menegaskan bahwa, Pemilihan Wali Nagari merupakan momentum penting dalam proses demokrasi di tingkat Nagari.
Oleh karena itu, kata Bupati, seluruh pihak diminta untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan masyarakat agar pelaksanaan Pilwana dapat berjalan dengan lancar.
Perbedaan pilihan ujar Bupati, adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, jangan sampai perbedaan tersebut memecah persatuan masyarakat.
” Mari kita ciptakan Pilwana yang aman, damai, jujur, adil, dan bermartabat,” tutur Bupati Jon Firman Pandu.
Bupati juga menginstruksikan kepada seluruh Camat, untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah nagari, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat. Dalam mengantisipasi, potensi konflik yang dapat mengganggu jalannya Pilwana.
Sementara itu, Wakil Bupati Solok H. Candra, mengajak seluruh unsur pemerintah kecamatan, panitia penyelenggara, dan masyarakat, untuk menjaga komunikasi yang baik selama seluruh tahapan Pilwana berlangsung.
Menurut Wakil Bupati, sinergi dan keterbukaan informasi menjadi kunci dalam mencegah terjadinya kesalahpahaman yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.
“Mari kita jadikan Pemilihan Wali Nagari Serentak ini sebagai pesta demokrasi yang penuh kebersamaan. Semua pihak harus mengedepankan musyawarah, menjaga persaudaraan, dan menghormati apa pun hasil yang nantinya ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutur Wakil Bupati H. Candra.
Sementara itu, unsur Forkopimda menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari Serentak melalui pengamanan terpadu. Dan langkah-langkah preventif guna memastikan seluruh tahapan berjalan dengan aman dan tertib.
Melalui FGD ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas daerah.
Sehingga Pemilihan Wali Nagari Serentak di 23 nagari yang tersebar di 11 kecamatan dapat berlangsung sukses, aman, damai, dan menghasilkan pemimpin nagari yang mampu membawa kemajuan bagi masyarakat.* (ris).
