HaluanNews.co.id – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, H. Andre Rosiade, S.E, menyerahkan langsung bantuan untuk pembangunan Masjid Al-Hidayah Polres Solok Arosuka, sebesar Rp. 50 juta, pada Minggu (23/8/2026).
Saat menyerahkan bantuan tersebut, Andre Rosiade didampingi Bupati Solok Jon Firman Pandu, serta

anggora DPRD Kabupaten Solok, Iskan Nofis, SP, dan Tasman Putra.
Hadir di kegiatan itu, Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, SS, S.I.K, Ketua TP PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, para Kepala OPD, Camat Gunung Talang, Pj. Wali Nagari Bayang Barus dan tokoh masyarakat setempat.
Kapolres Solok Arosuka, AKBP Rini Anggraini, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
Kapolres berharap, dukungan tersebut dapat membantu kelancaran pembangunan Masjid Al-Hidayah. Sehingga segera dapat digunakan, sebagai sarana ibadah bagi jajaran Polres maupun masyarakat.
Bupati Jon Firman Pandu atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian Andre Rosiade. Yang terus mendukung pembangunan di Kabupaten Solok.
“Alhamdulillah, luar biasa. Mudah-mudahan ada tambahan lagi dari Pak Andre untuk kelancaran, kelangsungan dan percepatan pembangunan Masjid Al-Hidayah,” ucap Bupati Jon Firman Pandu.
Bupati Jon Firman Pandu menilai, keberadaan Masjid Al-Hidayah nantinya tidak hanya mendukung kebutuhan ibadah jajaran Polres Solok Arosuka. Tetapi juga, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
Bupati juga menekankan, pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Solok dan jajaran kepolisian. Menurut Bupati, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat perlu berjalan beriringan dengan penguatan kehidupan keagamaan.
Sedangkan, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, H. Andre Rosiade, pada kesempatan itu, menyampaikan komitmennya, untuk mengupayakan tambahan bantuan sebesar Rp150 juta pada tahap berikutnya.
Andre Rosiade juga menyampaikan dukungannya, terhadap rencana pembangunan dan perbaikan jalan daerah, dengan anggaran sekitar Rp60 miliar.
Serta, pembangunan jalan nasional senilai sekitar Rp220 miliar di kawasan Air Dingin, yang saat ini masih dalam proses pembebasan lahan.* (ris).
