TANGERANG, 26 Agustus 2026 – RSUD Tigaraksa melaksanakan penyuluhan kesehatan tentang penyakit kecacingan pada Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB di Ruang Tunggu Pendaftaran. Kegiatan dengan narasumber dr. Dewi Ajeng Rahmawati ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kecacingan, mulai dari penyebab, gejala, faktor risiko, dampak, hingga cara pencegahannya. Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk melindungi diri dan keluarga.

Dalam penyuluhan dijelaskan bahwa cacingan merupakan infeksi akibat masuknya cacing parasit ke dalam tubuh, terutama saluran pencernaan. Cacing dapat masuk melalui makanan atau minuman yang tidak bersih, tanah yang tercemar, maupun tangan yang tidak bersih. Gejala yang dapat muncul antara lain nafsu makan menurun, berat badan sulit bertambah, sakit perut berulang, tubuh lemas, serta gatal di sekitar anus, terutama pada malam hari.

Cacingan tidak hanya menyebabkan gangguan pencernaan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang anak. Infeksi yang tidak ditangani dapat menyebabkan kekurangan gizi, berat badan sulit bertambah, anemia, serta gangguan tumbuh kembang. Dalam kondisi yang berlangsung lama, kecacingan juga dapat memengaruhi kemampuan belajar dan meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan, termasuk stunting.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan dan setelah buang air besar, mengonsumsi makanan dan minuman yang bersih serta matang, mencuci buah dan sayuran, menggunakan jamban sehat, tidak buang air besar sembarangan, menggunakan alas kaki saat beraktivitas di tanah, menjaga kebersihan kuku, dan menjaga kebersihan lingkungan. Pencegahan juga dapat dilakukan melalui pemberian obat pencegahan kecacingan sesuai program kesehatan pemerintah dan sasaran yang telah ditetapkan.

Melalui penyuluhan ini, masyarakat diharapkan semakin mampu mengenali dan mencegah kecacingan sejak dini. RSUD Tigaraksa berharap peningkatan pengetahuan tersebut dapat mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat secara konsisten, sehingga risiko kecacingan dapat ditekan dan anak-anak dapat tumbuh serta berkembang secara optimal dengan kondisi kesehatan dan kualitas hidup yang lebih baik. (Adv)