BOGOR, HaluanNews.co.id — Komunitas Jurnalis Kompeten (KJK) Tangerang Raya menggelar Diskusi Publik Jurnalis dan Orientasi Organisasi 2026 di Villa Eldia, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan mengangkat tema “Bersinergi, Berintegritas, dan Berdaya untuk Jurnalisme yang Profesional dan Bermanfaat.” Selain membahas isu jurnalistik dan organisasi, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi dan kebersamaan bagi pengurus serta anggota KJK Tangerang Raya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan memperdengarkan Mars KJK Tangerang Raya “Satu Suara KJK”. Mars tersebut menjadi bagian pembuka sebelum peserta memasuki pembahasan utama diskusi.
Kegiatan kemudian dibuka oleh Ketua Umum KJK Tangerang Raya, Agus M. Romdoni. Dalam pengantarnya, Agus menekankan pentingnya penguatan organisasi sekaligus peningkatan kapasitas anggota dalam menjalankan aktivitas jurnalistik.
Pembahasan selanjutnya menghadirkan Sumangku, S.ip, perwakilan Kesbangpol Kota Tangerang/Sekban Kesbangpol Kota Tangerang. Ia menyampaikan pandangan mengenai keberadaan organisasi, komunikasi dan pentingnya membangun hubungan yang konstruktif dengan berbagai unsur di masyarakat.
Diskusi kemudian berlanjut bersama Marsel, aktivis dan pemerhati. Pembahasan diarahkan pada peran jurnalis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat serta menjalankan fungsi kontrol sosial secara bertanggung jawab.
Marsel juga menyoroti pentingnya sikap kritis yang tetap disertai dengan pemahaman terhadap fakta dan kondisi di lapangan. Dalam menjalankan tugas jurnalistik, informasi perlu ditempatkan secara proporsional agar pemberitaan dapat memberikan manfaat bagi publik.
Selanjutnya, Bambang Wahyudi, aktivis dan pemerhati lingkungan, menyampaikan pandangannya mengenai persoalan lingkungan dan peran media dalam mengawal isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Menurut perspektif yang disampaikan dalam forum, isu lingkungan membutuhkan perhatian media karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Pemberitaan diharapkan tidak hanya menyampaikan persoalan, tetapi juga mendorong munculnya perhatian dan kepedulian publik.
Diskusi berlangsung secara terbuka dengan adanya pertukaran pandangan antara narasumber dan peserta. Sejumlah pembahasan kemudian berkembang pada pentingnya profesionalitas, integritas, komunikasi serta tanggung jawab jurnalis dalam menjalankan tugasnya.
Di luar substansi diskusi, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dan kebersamaan. Pengurus dan anggota KJK Tangerang Raya berinteraksi dalam suasana kekeluargaan sekaligus memperkuat komunikasi internal organisasi.
Pada bagian akhir, Sanrodi Kucay selaku Pembina KJK Tangerang Raya menyampaikan kesimpulan dari pembahasan. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan kekompakan organisasi, sekaligus mendorong anggota untuk tetap mengedepankan integritas dalam menjalankan aktivitas jurnalistik.
Sanrodi kemudian memimpin doa penutup, menandai berakhirnya rangkaian diskusi publik dan orientasi organisasi tersebut.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KJK Tangerang Raya untuk memperkuat komunikasi internal, meningkatkan pemahaman anggota terhadap peran jurnalistik dan organisasi, serta membangun hubungan yang lebih baik dengan berbagai unsur masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan juga menegaskan bahwa ruang diskusi bagi jurnalis tidak hanya diperlukan untuk membahas persoalan profesi, tetapi juga menjadi sarana bertukar perspektif, membangun jejaring dan menjaga kebersamaan antaranggota organisasi.
KJK Tangerang Raya berharap semangat yang dibangun melalui kegiatan tersebut dapat diterapkan dalam aktivitas jurnalistik sehari-hari dengan tetap berpedoman pada prinsip profesionalitas, independensi, akurasi dan kepentingan publik. (Red KJK)
