KOTA TANGERANG, HaluanNews.co.id – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) terus mendorong pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah perkotaan.

Salah satu kelompok yang aktif mengembangkan kegiatan pertanian perkotaan tersebut adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Plawad Ceria di Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, terus mengembangkan potensi pertanian perkotaan melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari budidaya sayuran secara hidroponik, penanaman sayuran organik, hingga beternak ayam petelur.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) dalam memberdayakan puluhan KWT untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Muhdorun, mengatakan pemberdayaan KWT merupakan salah satu bentuk pembangunan yang responsif gender. Melalui kelompok tani tersebut, perempuan diberikan kesempatan untuk berperan aktif dalam mengembangkan potensi pangan di lingkungan tempat tinggalnya.

”Melalui kelompok ini, perempuan memperoleh ruang untuk terlibat aktif dalam kegiatan pertanian, mulai dari pemanfaatan lahan, budi daya tanaman, hingga pengembangan potensi pangan di lingkungan tempat tinggal,” ungkap Muhdorun, Jumat (6/11/2026).

Salah satu kelompok yang aktif menjalankan kegiatan tersebut adalah KWT Plawad Ceria yang berlokasi di Jalan Poris Plawad Gang Luki, RT 001/RW 003, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh.

Dalam aktivitasnya, KWT Plawad Ceria mengembangkan sejumlah komoditas pangan, di antaranya tanaman hidroponik, kangkung dan terong organik, serta budidaya ayam petelur dengan jumlah mencapai 99 ekor.

Selain itu, kelompok tersebut juga berencana memperluas penanaman cabai dengan memanfaatkan lahan seluas sekitar 200 meter persegi. Pengembangan ini diharapkan dapat menambah ketersediaan bahan pangan sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat sekitar.

Hasil panen dan bibit tanaman yang dikembangkan juga dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk partisipasi dalam menggerakkan ketahanan pangan dari lingkungan terkecil.

Melalui kegiatan tersebut, KWT Plawad Ceria tidak hanya berfokus pada produksi pangan, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam memanfaatkan lahan yang tersedia agar lebih produktif.

Keberadaan KWT diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ketahanan pangan perkotaan, sekaligus membuka peluang bagi perempuan untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan kemandirian ekonomi melalui sektor pertanian. (ADV)