KOTA TANGERANG, HaluanNews.co.id – Iklim Investasi Naik 120 Persen, menunjukkan tren positif. Hingga triwulan ketiga 2026, realisasi investasi di Kota Tangerang mencapai Rp18,12 triliun dari target tahunan sebesar Rp15,15 triliun. Capaian tersebut menjadi sinyal positif terhadap pertumbuhan aktivitas usaha sekaligus meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi Kota Tangerang. Guna Pelayanan Maksimal DPMPTSP) Kota Tangerang mendorong Pengusaha SPPG Wajib Memiliki Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Kamis (05/11/2026).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang, Sugihharto Achmad Bagdja, mengatakan capaian tersebut merupakan akumulasi realisasi investasi sejak triwulan pertama hingga triwulan ketiga yang dilaporkan melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Untuk realisasi LKPM di triwulan ketiga ini ada peningkatan cukup signifikan. Target tahun ini Rp15,15 triliun, sedangkan sampai triwulan ketiga secara keseluruhan sudah mencapai Rp18,12 triliun. Artinya, sudah 120 persen atau melampaui target yang ditetapkan,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat Lalu (30/10).
Ia merinci, realisasi investasi pada triwulan pertama mencapai Rp5,45 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp6,28 triliun pada triwulan kedua. Sementara pada triwulan ketiga, realisasi investasi kembali tumbuh menjadi Rp6,39 triliun.
Capaian tersebut bahkan diraih sebelum memasuki periode pelaporan triwulan keempat. DPMPTSP optimistis aktivitas penanaman modal di Kota Tangerang masih berpeluang memberikan kontribusi tambahan hingga akhir tahun.
Tren positif ini juga melanjutkan capaian investasi pada tahun sebelumnya. Pada 2025, realisasi investasi Kota Tangerang tercatat sebesar Rp22,43 triliun atau mencapai 148 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp15,11 triliun.

Menurut Sugihharto, peningkatan realisasi tersebut tidak terlepas dari semakin tingginya kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal. Kewajiban pelaporan LKPM menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memantau perkembangan investasi di berbagai sektor usaha.
Selain itu, investasi dari sejumlah negara juga masih menunjukkan peran penting. Lima negara yang tercatat menjadi sumber investasi di Kota Tangerang antara lain Singapura, Tiongkok, Jepang, Hongkong, dan Belanda.
Salah satu sektor yang menunjukkan perkembangan menarik adalah pergudangan. Sugihharto menjelaskan, sejumlah pengembang pergudangan kini mulai memanfaatkan bangunan maupun lahan yang sebelumnya belum optimal melalui skema penyewaan kepada investor.
“Kalau sebelumnya mungkin bangunan atau kapling pergudangan itu diharapkan dibeli, sekarang ada investor yang memilih menyewa. Ada yang lima tahun, bahkan sepuluh tahun. Ini juga menjadi salah satu bentuk pengembangan aktivitas usaha di Kota Tangerang,” jelasnya.
Selain itu. Kepala DPMPTSP Kota Tangerang, mendorong pengusaha SPPG dari total 102 target SPPG yang wajib memiliki SLHS di wilayahnya, saat ini sudah ada 75 unit yang mengantongi izin tersebut. Sementara itu, sisa unit lainnya masih berada dalam proses pengurusan dan verifikasi.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang, Banten menggelar Rapat Koordinasi Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya.
Meski demikian, DPMPTSP memastikan proses perizinan SLHS ini pada dasarnya diselenggarakan secara gratis melalui sistem perizinan online. Terkait biaya pengujian laboratorium, mekanisme itu disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di Dinas Kesehatan atau melalui laboratorium berakreditasi nasional, pungkasnya. (ADV)
