TANGERANG, HaluanNews.co.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan pokok menjelang Hari Raya Iduladha berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jumat (22/52026)

Pemantauan dilakukan terhadap sejumlah komoditas strategis meliputi beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging ayam, telur ayam, gula pasir, serta minyak goreng.

Menjelang Iduladha, pola konsumsi masyarakat umumnya mengalami perubahan dengan meningkatnya kebutuhan pada beberapa komoditas pelengkap konsumsi rumah tangga seperti cabai, bawang, minyak goreng, serta bahan pangan sumber protein hewani.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan pengendalian ketersediaan pangan melalui koordinasi dengan instansi terkait serta pemantauan distribusi dan stok di berbagai titik penyedia pangan.

Berdasarkan hasil pemantauan ketersediaan pangan, komoditas beras berada pada kondisi sangat aman dengan kebutuhan sebesar 28.759 ton dan ketersediaan mencapai 185.251 ton atau memiliki ketahanan stok sekitar 169 hari. Kondisi ini didukung oleh carry-over stok dari periode panen sebelumnya serta dukungan cadangan beras pemerintah dan ketersediaan stok nasional yang masih mencukupi.

Untuk komoditas jagung pipil dan kedelai, kondisi pasokan juga masih relatif aman. Jagung pipil tercatat memiliki kebutuhan sebesar 24,39 ton dengan ketersediaan 121,23 ton, sedangkan kedelai memiliki kebutuhan sebesar 2.192,89 ton dengan ketersediaan mencapai 5.581,26 ton. Kecukupan kedua komoditas tersebut masih didukung oleh kelancaran pasokan dari luar daerah.

Pada kelompok hortikultura, kebutuhan bawang merah tercatat sebesar 1.056 ton dengan ketersediaan 1.522 ton sehingga masih berada pada kondisi aman. Namun demikian, terdapat indikasi penurunan produksi secara nasional dibanding bulan sebelumnya sehingga perkembangan pasokan tetap perlu dipantau. Untuk bawang putih, kebutuhan sebesar 569 ton dan ketersediaan sebesar 882 ton masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, meskipun ketahanan stok yang relatif terbatas menjadikan komoditas ini perlu diwaspadai terutama apabila terjadi gangguan distribusi dari daerah pemasok.

Sementara itu, cabai besar dan cabai rawit menjadi komoditas yang memerlukan perhatian menjelang Iduladha. Cabai besar memiliki kebutuhan sebesar 1.473 ton dengan ketersediaan 1.702 ton, sedangkan cabai rawit memiliki kebutuhan sebesar 941 ton dan ketersediaan 1.313 ton. Walaupun secara jumlah masih mencukupi, ketahanan stok kedua komoditas tersebut tergolong rendah dan diproyeksikan terdapat penurunan pasokan dari luar daerah akibat menurunnya produksi nasional pada periode akhir tahun yang dipengaruhi kondisi cuaca dan produktivitas di sentra produksi.

Untuk kelompok pangan sumber protein hewani, kondisi pasokan masih dalam kategori aman. Daging sapi memiliki kebutuhan sebesar 731 ton dengan ketersediaan mencapai 4.945 ton yang didukung oleh stok pada feedlotter, Rumah Potong Hewan (RPH), dan cold storage. Daging ayam juga berada pada kondisi aman dengan kebutuhan sebesar 4.807 ton dan ketersediaan 10.733 ton. Sementara itu, telur ayam tercatat memiliki kebutuhan sebesar 4.983 ton dengan ketersediaan mencapai 7.603 ton yang masih ditopang oleh produksi domestik.

Pada komoditas gula pasir, kebutuhan sebesar 2.439 ton masih dapat dipenuhi dengan ketersediaan mencapai 9.652 ton. Stabilitas pasokan gula didukung oleh carry-over stok dari impor maupun hasil produksi pada musim giling sebelumnya di daerah produsen. Adapun minyak goreng tercatat memiliki kebutuhan sebesar 3.315 ton dengan ketersediaan 4.023 ton. Meskipun pasokan masih stabil, ketahanan stok yang relatif terbatas membuat komoditas ini perlu menjadi perhatian agar distribusi tetap terjaga selama periode peningkatan permintaan.

Secara umum, kondisi ketersediaan bahan pangan di Kabupaten Tangerang menjelang Hari Raya Iduladha berada pada kategori aman dan terkendali. Meski demikian, pemantauan terhadap komoditas yang memiliki ketahanan stok lebih rendah tetap dilakukan guna menjaga kelancaran pasokan dan mengantisipasi fluktuasi permintaan masyarakat selama periode perayaan Iduladha. (ADV)