HaluanNews.co.id – Komitmen nyata dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi terus dibuktikan oleh jajaran akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Ranah Minang.
Melalui jalinan kolaborasi strategis dengan Pemerintah Nagari Tanjung Bonai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, tim pengabdian masyarakat STIKes Ranah Minang sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi akbar bertajuk “Optimalisasi Peran Bundo Kanduang sebagai Agen Literasi dalam Sosialisasi Deteksi Dini Kanker di Nagari Tanjung Bonai Aur”.
Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 10 Juli 2026, bertempat di Kantor Wali Nagari Tanjung Bonai Aur.
Kegiatan kemitraan ini, secara khusus melibatkan peran serta Bundo Kanduang, TP-PKK, dan para kader kesehatan nagari.
Kehadiran elemen-elemen perempuan ini, diharapkan mampu menjadi ujung tombak literasi kesehatan. Dalam mempercepat kesadaran bahaya kanker payudara dan kanker serviks di tingkat keluarga dan masyarakat.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang berhasil memperoleh pendanaan kompetitif dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026 melalui Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
Keberhasilan meraih hibah nasional ini, menjadi bukti kualitas proposal, relevansi program terhadap kebutuhan masyarakat, serta kapasitas dosen STIKes Ranah Minang dalam menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan kesehatan masyarakat.
Melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, program ini tidak hanya berfokus pada penyampaian edukasi kesehatan.
Tetapi juga membangun kemitraan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah nagari, puskesmas, organisasi Bundo Kanduang, serta kader kesehatan.
Sinergi tersebut, diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dalam melakukan upaya promotif dan preventif. Khususnya, dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks.
Pendanaan dari DPPM Kemdiktisaintek menjadi wujud nyata dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Khususnya, pengabdian kepada masyarakat yang berbasis hasil riset dan kebutuhan masyarakat.
Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai nagari lain. Sehingga mampu memperluas cakupan edukasi kesehatan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular, terutama kanker pada perempuan.
Wujud Nyata Kolaborasi Lintas Sektor
Kegiatan strategis ini, dipimpin langsung oleh dosen sekaligus spesialis keperawatan medikal bedah STIKes Ranah Minang, Ns. Ayuro Cumayunaro, M.Kep., Sp.Kep.MB beserta seluruh anggota tim pengabdian.
Kehadiran tim akademisi ini, didukung penuh oleh jajaran pemangku kebijakan daerah.
Turut hadir dalam acara ini, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, Sri Suyati, S.Kep., M.M; Ketua Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Sijunjung, Burhanuddin, S.Pd., Ing., M.M; Kepala Puskesmas Kumanis, Afriyeni, S.Tr.Kep;
Juga hadir, Ketua LKAAM Kabupaten Sijunjung sekaligus Ketua KAN Kenagarian Tanjung Bonai Aur, Z. Dt. Gindo Jalelo; Wali Nagari Tanjung Bonai Aur, Hendra Basri, A.Md., NL.P; Ketua TP-PKK Nagari, Sutri Nengsih; serta Ketua Bundo Kanduang, Ernelis.
Pada kesempatan itu, Wali Nagari Hendra Basri menyampaikan apresiasi luar biasa kepada STIKes Ranah Minang dan Ns. Ayuro Cumayunaro, M.Kep, Sp.Kep.MB.
Atas terealisasinya program bertajuk “Optimalisasi Peran Bundo Kanduang sebagai Agen Literasi dalam Sosialisasi Deteksi Dini Kanker di Tanjung Bonai Aur”.
Program inovatif ini, didukung penuh melalui pendanaan dari Kementerian Sains dan Teknologi sebagai bentuk sinergi unggul Perguruan Tinggi dan Pemerintah Desa/Nagari.
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya ujar Wali Nagari Hendra Basri, kepada STIKes Ranah Minang.
‘Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah saat ini, kehadiran akademisi lewat program yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) adalah solusi nyata ” tutur Wali Nagari Hendra Basri.
Pelopor Gerakan Deteksi Dini di Kabupaten Sijunjung
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, Sri Suyati, S.Kep., M.M., menegaskan kekaguman dan apresiasinya atas inisiatif visioner ini.
Dinas Kesehatan menyorot bahwa, kegiatan edukasi deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks berbasis kemitraan nagari ini merupakan langkah bersejarah dan yang pertama kali terlaksana secara mandiri oleh pemerintahan nagari di wilayah Kabupaten Sijunjung.
Ini merupakan pelopor di Kabupaten Sijunjung. Belum ada nagari lain yang melaksanakan kegiatan preventif-promotif sekomprehensif ini secara mandiri dengan menggandeng perguruan tinggi.
” Kami berharap, Nagari Tanjung Bonai Aur dapat menjadi percontohan (role model) nasional bagi nagari-nagari lainnya.” ujar Sri Suyati.* (ris).
