SOLOK, HaluanNews.co.id – Hotel Rocky Padang, kembali menjadi saksi lahirnya gagasan-gagasan besar bagi kebangkitan UMKM Sumatera Barat.Dalam agenda Bimbingan Teknis Penumbuhan Entrepreneur Angkatan XIV, dua anak muda Sumbar kembali dipercaya menjadi Pemateri.

Masing-masing adalah, Supri Ardi, S.Kom, M.I.Kom, ASN Disabilitas Kabupaten Solok yang dikenal sebagai penggerak literasi AI, dan Yendi Putra, S.Kom, M.Kom, MTA, Ketua Relawan TIK Sumatera Barat.

Acara itu, dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya, Dr. H. Endrizal, SE, M.Si, Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar, Donni, SE, Kabid Koperasi & UMKM Kabupaten Tanah Datar.

Juga ada, Ali Ardi, Tokoh Masyarakat Tanah Datar, Zuldafri Darma, SH, Anggota DPRD Sumbar, Retri Usda, SE, Dirut PT Sakato Karya Darma dan 80 peserta perwakilan pelaku UMKM Kabupaten Tanah Datar.

Bimtek UMKM Naik Kelas Berbasis AI di tingkat Provinsi Sumbar ini, bukan sekadar pelatihan, tetapi momentum kebangkitan UMKM menuju era digital.

Kolaborasi dua penggerak literasi teknologi Supri Ardi dan Yendi Putra, menjadi bukti bahwa Sumatera Barat memiliki talenta yang mampu membawa perubahan besar.

Tampil sebagai pembicara pertama, Supri Ardi yang juga adalah ASN Dinas Kominfo Kabupaten Solok itu, kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai edukator digital yang konsisten mendorong UMKM bertransformasi melalui pemanfaatan teknologi AI.

“AI Bukan Tren Lagi, Tapi Jalan Tol UMKM Naik Kelas” ujar Supri Ardi.

Dalam pemaparannya, Supri menegaskan bahwa, problem utama UMKM saat ini bukan pada produksi, tetapi pada pemasaran. Banyak produk bagus, namun tak sampai ke pasar.

“ AI itu jalan tol bagi UMKM. Mau tidak mau, kita harus beradaptasi ” tutur Ardi.

Dengan teknologi, ujarnya, pemasaran bisa otomatis, desain bisa cepat, dan peluang income semakin besar. Syaratnya satu: terus belajar dan berkolaborasi.”

Ia juga menekankan bahwa, UMKM tidak bisa lagi mengandalkan pola lama. Dunia digital bergerak cepat, dan yang tidak mengikuti akan tertinggal jauh.

Selain itu, Supri Ardi menyoroti pentingnya mindset: “UMKM harus berani naik kelas, bukan hanya bertahan. AI adalah alat, tapi manusianya harus punya kemauan untuk berubah.”

Pada kegiatan itu, antusias peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan soal strategi pemasaran digital, desain produk berbasis AI, hingga peluang cuan melalui platform online.

Sedangkan Pemateri kedua, Yendi Putra, Ketua Relawan TIK Sumbar, dalam pemaparanya mengingatkan bahwa, dunia digital tidak hanya menawarkan kemudahan, tetapi juga risiko.

“Jangan remehkan keamanan data. Password harus kuat, ganti berkala, dan jangan asal klik tautan. Di era digital, data adalah aset paling berharga.” tutur Yendi Putra.

Yendi pun menyampaikan bahwa, media sosial sudah menjadi kebutuhan harian bagi UMKM. Sehingga, literasi digital menjadi kunci keberlanjutan usaha.

Sementara itu, keteladanan dari Seorang Supri Ardi di luar kapasitasnya sebagai Pembicara, sosok kehadiranya memberikan pelajaran tersendiri bagi seluruh peserta.

Meski memiliki keterbatasan fisik, Supri Ardi tak pernah menjadikan hal itu alasan untuk berhenti berkarya. Justru, ia menunjukkan keteguhan hati untuk terus bermanfaat bagi banyak orang.

“Dari sosok enerjik Supri Ardi, kita belajar bahwa, keterbatasan bukan penghalang.Yang membatasi hanyalah kemauan kita sendiri,” tutur Diana, salah seorang peserta bimtek tersebut.

Doa dan harapan pun mengalir, semoga setiap langkah baiknya, diberkahi dan diridai Allah Subhanahuwataala.* (ris).