HaluanNews.co.id – Area Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang sebagai wajah kota dinilai belum sepenuhnya tertata, khususnya pada malam hari. Kondisi ini disorot karena berdampak pada estetika, kenyamanan, dan fungsi ruang publik di kawasan tersebut, Kamis (16/4/2026).

Marcel menyebut Puspem bukan sekadar pusat administrasi, tetapi juga ruang interaksi warga yang mencerminkan identitas kota modern dan inklusif.

Menurutnya, menjaga estetika kawasan tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga penataan ruang yang terintegrasi antara fungsi birokrasi dan ruang sosial masyarakat. Imbuh Saipul Basri yang sering di sebut bung marcel

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah elemen penting dalam menjaga kualitas kawasan Puspem, seperti penataan ruang terbuka hijau, ketertiban dan manajemen ruang, serta kebersihan sebagai fondasi utama.

Namun, kondisi berbeda terlihat saat malam hari. Marcel menilai masih banyak persoalan yang mengganggu wajah kota.

“Ruang publik belum tertata dengan baik, hak pejalan kaki berkurang, kebersihan kurang terjaga, padahal berada di sekitar Masjid Raya Al-Adzom sebagai ikon Kota Tangerang,” ujarnya.

Ia juga menyinggung adanya dugaan parkir liar yang dinilai menghambat akses dan kenyamanan pengunjung di kawasan tersebut.

Selain itu, aspek ketertiban dan kenyamanan dinilai belum optimal sehingga mengurangi nilai estetika Puspem sebagai pusat kota.

“Area Puspem adalah ruang tamu Kota Tangerang. Menjaganya tetap estetik berarti menghargai warga dan tamu yang datang,” katanya.

Marcel menegaskan, diperlukan penataan yang lebih konkret dari pemerintah daerah, serta peran bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan.

“Menjaga wajah kota adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya. (Red/KJK)